Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘hikmah’
Ditulis oleh Hafez di/pada Juni 28, 2008
Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir.
Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus “, kata Kyai. “Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?” “Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari “. Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, ” Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus “. Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. “Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, ” Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi ” . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. “Aku tidak lebih baik dari anjing itu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: hikmah | 7 Komentar »
Ditulis oleh Hafez di/pada Januari 9, 2008
Apalagi yang tersisa dari ketampanan setelah ia dibagi habis oleh Nabi Yusuf dan Muhammad. Apalagi yang tersisa dari kecantikan setelah ia dibagi habis oleh Sarah, istri Nabi Ibrahim, dan Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW? Apalagi yang tersisa dari pesona kebajikan setelah ia direbut oleh Ustman bin Affan? Apalagi yang tersisa dari kehalusan budi setelah ia direbut habis oleh Aisyah?
Kita hanya berbagi pada sedikit yang tersisa dari pesona jiwa raga yang telah direguk habis oleh para nabi dan orang shalih terdahulu. Karena itu persoalan cinta selalu permanen begitu: jarang sekali pesona jiwa raga menyatu secara utuh dan sempurna dalam diri kita. Pilihan-pilihan kita, dengan begitu, selalu sulit. Ada lelaki ganteng atau perempuan cantik yang kurang berbudi. Sebaliknya, ada lelaki shaleh yang tidak menawan atau perempuan shalehah yang tidak cantik. Pesona kita selalu tunggal. Padahal cinta membutuhkan dua kaki untuk bisa berdiri dan berjalan dalam waktu yang lama. Maka tentang pesona fisik itu Imam Ghazali mengatakan: “Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan.” Tapi tentang pesona jiwa itu Rasulullah SAW bersabda: “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”
Persoalan kita adalah ketidaksempurnaan. Seperti ketika dunia menyaksikan tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Dua setengah milyar manusia menyaksikan pemakamannya di Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: hikmah, Kajian, Mengelola Ketidaksempurnaan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Hafez di/pada Januari 8, 2008
Selasa, 8 Januari 2008 menjelang maghrib saya sempatkan untuk online menengok blog ini..sambil mengurus blog saya sempatkan juga mengunjungi beberapa blog yang saya tau.. Pertama saya berkunjung ke blog akh ghuroba dan menemukan update terbaru yang langsung saya pelototin.. koleksi fotonya outbond!
wew nangkring diatas pohon wakakakakak. Puas melihat-lihat, saya beralih ke blog ini dan setelah scroll kebawah beberapa kali mata saya tertuju pada suatu judul artikel hikmah yang membuat tangan saya mengarahkan mouse untuk mengkliknya. Usai membaca saya sempat tertegun lama sekali sampai adzan maghrib membawa saya kembali ke dunia nyata. Dan malam ini sambil menunggu akh andri saya ingin sedikit berbagi pemikiran dengan para pengunjung blog yang terhormat.
Kita semua tau dan sadar bahwa Allah-lah satu-satunya sesembahan yang pantas disembah. Allah yang menciptakan seluruh alam semesta..menuliskan takdir kita mulai lahir sampai kembali menghadapNya. Semua hal yang kita sandang sekarang bisa kita nikmati hanyalah karena kemurahan Allah semata.. namun sudahkan kita mensyukurinya? Sekedar berucap alhamdulillah mungkin puluhan kali kita ucapkan setiap hari. Namun, sudahkah kita mendekatkan diri kepadaNya? Sudahkah kita takut pada murkaNya yang bisa setiap saat turun berlaku atas kita? Sudahkah kita mencintai Allah melebihi apapun di alam semesta ini?
Sebelum mengikuti tes penerimaan kerja, saya mendapatkan bocoran soal ujian dari seseorang. Awalnya saya dengan senang hati menerimanya dan beberapa lama berkutat Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: hikmah, Ibadah, Jujur, Mencintai Allah | Leave a Comment »
Ditulis oleh Hafez di/pada Desember 30, 2007
Sore menjelang Maghrib saya membuka file-file Tarbiyah hadiah Al Akh Andri dari Perisai Dakwah dan tertegun saat membuka file yang berisi tulisan Almarhum Ustad Rahmat Abdullah yang saya rasa sangat sayang bila tidak dibaca oleh pembaca blog yang terhormat. Here We Go, Semoga bermanfaat
Apa yang Tuan pikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak ada seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta’dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muaddzin mengumandangkan adzan. Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: hikmah, Muhammad, nabi, rasulullah, Shalawat, tarbiyah | 3 Komentar »
Ditulis oleh Hafez di/pada Oktober 21, 2007
Dari Mu’adz bin Jabal R.A, ia berkata, “Pernah aku bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan. Pada suatu hari aku dekat sekali dengan beliau kala kami sama-sama menapakan kaki. Aku berkata,
“Wahai Rasulullah, beritahulah aku tentang sesuatu perbuatan yang dapat menghantarkan aku masuk surga dan menjauhkan diriku dari neraka.” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: hikmah, Mu'adz, Nasehat, rasulullah | 2 Komentar »
Ditulis oleh Hafez di/pada September 29, 2007
Assalammualaikum
Karena akhir-akhir ini saya disibukkan dengan kegiatan di kampung (baksos PKS dan karangtaruna) juga agenda menyalin kisah 10 sahabat yang dijamin masuk surga di buku “kisah 101 sahabat rasulullah”, saya mempersilahkan para tamu yang terhormat untuk berbagi cerita seputar kegiatan anda selama romadhon. yahh hitung-hitung bershodaqoh dengan menambah wawasan kita semua
. Silahkan, langsung saja tuangkan cerita anda disini. tidak harus panjang dan penuh makna..karena apa yang menurut kita biasa saja dan remeh bisa jadi sangat bermanfaat dan penuh hikmah bagi orang lain… so, let’s start it!
wassalam
Ditulis dalam Lain-Lain | Bertanda: cerita, hikmah, puasa, romadhon | 1 Komentar »
Ditulis oleh Hafez di/pada Juli 15, 2007
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi,
datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak
seperti orang yang tak bahagia.Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: Air, Garam, Gelas, hikmah, Kajian, Pemuda, Renungan, Sabar, Tabah | Leave a Comment »
Ditulis oleh Hafez di/pada Juli 15, 2007
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju pada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu” , kata si nenek pada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat” , ujar si kakek.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kajian | Bertanda: Cangkir, hikmah, Kisah, Renungan, Tembikar | 1 Komentar »