Blog Pribadi-Pribadi Muslim

Bangkit Saudaraku….Harapan Itu Masih Ada….

  • Blog Stats

    • 357,098 hits
  • Update Terbaru

    Tanggal 5 November 2008 - 1 Buah Tulisan
  • Agenda

    Tidak Ada
  • Sekilas Info..

  • Hafez

  • Abu Zaydan

  • Ingin tau update terbaru di blog ini ke email anda? klik aja


  • My blog is worth $14,678.04.
    How much is your blog worth?

  • Agenda

    Tidak Ada
  • Software Bagus Gratis Hanya 24 Jam !!

  • Koleksi Gambar

    DPRa Basirih 4 Banjarmasin

    100_1065

    100_1058

    DPW PKS Kalsel 3

    DPW PKS Kalsel 2

    DPW PKS Kalsel 1

    More Photos
  • Arsip

Demokrasi Seharga Nyawa

Ditulis oleh Hafez di/pada Maret 27, 2008

Bismillah….

Karena semua tugas dah kelar, jadilah saya bergabung dengan barisan pengangguran terselubung di kantor :) . Kerja sudah beres tapi mata masih melotot ke arah laptop seperti saat kerja..padahal yang tampil adalah barisan website.. ada yang chatting, ada yang buka email, ada yang buka situs berita, ada juga yang main game..tapi kalau bos lewat, semua jendela internet explorer langsung di minimize dan tampilan layar berganti dengan file kerja hehehehehehe. Tak beda dengan yang lain, sayapun browsing sana-sini dan chatting dengan seseorang yang menceritakan sesuatu yang… “menarik”. Memang sejak kemarin kami membahas hal yang sama namun terputus oleh kesibukan beliau di kantor. Baru pagi ini saya lihat icon yahoo messengernya aktif, sayapun langsung menyapa dan meneruskan pembicaraan kami yang terputus. Saya menawarkan untuk menulis kisah beliau di blog ini dengan tidak menyebut identitas…maklum, hal ini berurusan dengan keselamatan manusia alias nyawa. Karena itulah judul yang saya pilih adalah Demokrasi Seharga Nyawa. Selamat membaca :)

Demokrasi yang dipilih para pemimpin Bangsa Indonesia saat mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 selama ini berjalan melewati berbagai peristiwa sejarah yang mengancam keberadaannya. Sebutlah G 30 S/PKI yang memberontak yang mengakibatkan ribuan nyawa melayang, entah berapa ratus kiyai yang para komunis-komunis itu bantai untuk mencoba berkuasa di Indonesia…saya tidak tahu pasti berapa ratus mushaf yang mereka robek dan bakar…yang jelas itu adalah kejadian pemberontakan terbesar sepanjang sejarah negeri ini. Soal memaksakan kehendak, sebenarnya bukanlah hal baru di negeri ini namun relatif tidak mengancam nyawa secara langsung. Penyuapan-penyuapan menjelang PEMILU yang dilakukan orang-orang ”partai tertentu” di masa jaya Orde Baru itu juga sebuah bentuk lain pemaksaan kehendak yang kalau dilawan berakibat penjara, terkucilkan atau sulit mengurus surat-surat di instansi pemerintahan pada masa itu. Namun, saya belum pernah mendengar orang-orang ”partai tertentu” tersebut di masa itu mengancam membunuh orang yang menolak mengikuti mereka.

Yang sering menjadi “sasaran tembak” soal memaksakan kehendak akhr-akhir ini adalah FPI yang tersohor karena merazia tempat-tempat zina dan pusat peredaran khamr. Polisipun bersikap garang dan tegas dengan menangkap anggota-anggota FPI yang diduga terlibat, tak kurang Habib Riziq pun sempat duduk di kursi pesakitan karena melawan kemaksiatan. Padahal, apa yang dilakukan FPI kala itu tidak mengancam nyawa…paling banter menghancurkan tempat-tempat maksiat tersebut, tidak lebih.

Perlu diketahui, bahwa Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur akan berlangsung sebentar lagi. Para kandidatpun sudah saling berpromosi berikut partai-partai pendukungnya. Baliho dan spanduk kampanye menghiasi penjuru kota Balikpapan dan kota-kota lain di Kalimantan Timur. Saat saya berkunjung ke Balikpapan dan Samarinda sekitar sebulan yang lalu saya merasakan semaraknya nuansa PILGUB. Namun kemarin, saya mendapat berita yang tidak biasa.. Rupanya ada pihak yang merasa tidak terwakili dalam PILGUB yang merasa tidak puas dan menuntut PILGUB ditunda dan perwakilan kelompok itu diusung sebagai calon gubernur. Ini sudah biasa dalam iklim demokrasi, yang tidak biasa adalah kelompok itu mengancam mendeklarasikan perang fisik kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka datang ke kantor DPRD Balikpapan dengan atribut lengkap demonstrasi dan menggelar upacara sihir ditambah perlengkapan perang suku mereka, Mandau!

Anehnya, polisi tidak berani melarang mereka melucuti senjata tajam yang mereka bawa…Ironis!! di lain sisi polisi begitu galak terhadap massa FPI namun gemetar ketakutan saat berhadapan dengan suku yang menganggap demokrasi seharga nyawa….

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>