Blog Pribadi-Pribadi Muslim

Bangkit Saudaraku….Harapan Itu Masih Ada….

  • Blog Stats

    • 359,563 hits
  • Update Terbaru

    Tanggal 5 November 2008 - 1 Buah Tulisan
  • Agenda

    Tidak Ada
  • Sekilas Info..

  • Hafez

  • Abu Zaydan

  • Ingin tau update terbaru di blog ini ke email anda? klik aja


  • My blog is worth $14,678.04.
    How much is your blog worth?

  • Agenda

    Tidak Ada
  • Software Bagus Gratis Hanya 24 Jam !!

  • Koleksi Gambar

    DPRa Basirih 4 Banjarmasin

    100_1065

    100_1058

    DPW PKS Kalsel 3

    DPW PKS Kalsel 2

    DPW PKS Kalsel 1

    More Photos
  • Arsip

MEMBONGKAR SELUBUNG HIZBUT TAHRIR

Ditulis oleh Hafez di/pada Maret 1, 2008

MEMBONGKAR SELUBUNG HIZBUT TAHRIR
Oleh Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah
Sumber : http://www.salafipublications.com
Artikel ID :GRV030001

Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela dien ini (yaitu Al Qur’an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka,

“Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata ‘tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan’. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya”
(Al Baqarah 11-12)

Mereka adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang melakukan perbaikan padahal kenyataannya mereka adalah perusak agama.

Pada abad ke 20, yang merupakan akhir dari kerajaan ‘Ustmani, banyak bermunculan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam, yang menyatakan bahwa masuk ke dalam dunia politik atau mengambil cara-cara politik adalah merupakan jalan atau cara terbaik guna menjaga martabat Islam dan umat Islam. Namun mereka tidak menganggap bahwa problem utama dari turunnya martabat Islam adalah kelemahan umat Islam. Kelompok-kelompok ini mendasari pemikiran-pemikirannya dengan berdasarkan pada tekanan-tekanan dan emosional, bukan dengan ilmu (agama), dan mereka tidak berusaha untuk mencari ilmu itu. Tingkah laku mereka semrawut, sehingga dengannya tercipta kekacauan.

Usaha dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah tidaklah diambil dalam manhaj mereka, kecuali bila situasi politik memperbaiki keadaan umat. Mereka berkata “simpanlah dulu usaha-usaha dakwah semacam itu di rak-rak kalian sampai situasi politik kita memperbaikinya”. Padahal berjuta-juta orang menunggu pada dakwah al haq ini. Tapi mereka hanyalah memprioritaskan dakwah mereka untuk kembali pada khilafah. Sampai-sampai mereka menggantungkan semua hal dan tidak ada yang bisa dilakukan sampai khilafah kembali. Sehingga ketika mereka menyikapi orang-orang kuffar, mereka berkata “biarkan mereka masuk neraka”, kenapa mereka berkata demikian? “Karena orang-orang kuffar itu telah merebut tanah-tanah kaum muslimin”, menurut mereka. Padahal dakwahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah demikian. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memprioritaskan dakwah kepada tauhid kepada umat manusia, walaupun nantinya hanya satu orang yang mengikuti beliau.

Sebenarnya banyak dari musuh-musuh Islam yang menjadi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin (dikarenakan lemahnya pemahaman umat Islam akan dakwah al haq) , ini seharusnya tidak boleh dilupakan oleh kita. Dan orang-orang kuffar menyadari hal ini, sehingga mereka mendukung misionaris-misionaris agama mereka yang membuka jalan atau kesempatan untuk masuk ke dalam komunitas muslimin. Dan seharusnya kita lah, Umat Islam, yang melakukan hal tersebut, yaitu mendakwahi orang-orang kuffar itu sehingga mereka masuk Islam, yang dengan masuknya ke dalam Islam ini dapat memasukkan dia ke dalam surga dan menyelamatlannya dari neraka. Tapi para “politisi” kita, seperti Hizbut Tahrir dan yang lainnya, tidaklah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan.

Orang-orang (kelompok-kelompok) itu hanyalah berbicara tentang konspirasi-konspirasi yang dilakukan barat, invasi kebudayaan, bagaimana umat Islam diserang oleh kaum kuffar lewat buku-buku, sekolah-sekolah dan lain-lain. Padahal sebenarnya sudah ada jenis invasi lain yang mengambil tempat di tengah-tengah muslimin, yang sudah terjadi mulai berabad-abad yang lampau sampai sekarang, yaitu Sufisme dan Ilmul Kalam. Jenis invasi ini membajak agama yang didalamnya terdapat kesesatan-kesesatan. Malah sekarang orang-orang mengajarkan kesesatan-kesesatan ini di sekolah-sekolah Islam, bahkan ada yang menjadi sarjana di bidang ini dan lain-lain. Maka invasi itu tidak hanya invasi kebudayaan dari barat saja, tapi kita pun harus mengetahui jenis invasi ini.

Hal lain yang harus kita perhatikan adalah mencari sebab-sebab keruntuhan umat. Karena keruntuhan umat itu tidaklah terjadi kecuali disebabkan oleh hal-hal tertentu yang menjadikan kenapa hal ini terjadi. Tapi orang-orang ini berkata “Tidak ada yang salah padamu, ini semua adalah tanggung jawab orang-orang kuffar sehingga semua ini terjadi, karena mereka menolak hukum Allah”. Padahal jika kita, umat Islam, pun tidak mematuhi hukum Allah, maka Allah pun mempunyai hukum untuk menghukum kita.

Diantara kelompok-kelompok yang memakai cara-cara politik itu adalah Hizbut Tahrir. Mereka, orang-orang Hizbut Tahrir, ini mempunyai ciri-ciri yang khas dalam setiap pembicaraannya, diantaranya yaitu selalu mendengung-dengungkan masalah khilafah, Adzab Kubur dan Hadits Ahad (maksudnya adalah mereka menolak adanya adzab kubur dan hadits ahad). Itulah ciri-ciri khas dari Hizbut Tahrir. Mereka mengajarkan bahwa hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang harus prioritaskan. Mereka berkata “jika kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah, maka kamu musyrik”, apakah mereka berkata demikian? Ya, karena kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah!!!. Lalu apakah kaum muslimin pada masa kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah, mereka itu musyrik?

Perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke dalam permasalahan yang akan kita bicarakan ini. Hendaknya diingat bahwa hal yang kita lakukan ini adalah dalam rangka perbaikan diri, terutama pada diri-diri kita sendiri. Sebab kita memang membutuhkan koreksi. Oleh karena itu, hanyalah orang-orang yang memerlukan pada perbaikan diri akan mendengarkan (membaca) penjelasan ini, sedangkan orang-orang yang fanatik tidak akan mendengarkan dan menghiraukannya.

Ketika orang-orang sibuk melakukan bantahan terhadap syubhat-syubhat Hizbut Tahrir, ada satu hal yang sering luput untuk diperhatikan dan tidak diketahui oleh mereka. Yaitu tentang aqidah yang dianut pendiri Hizbut Tahrir ini. Pendiri kelompok ini adalah seorang yang beraqidah asy’ariyah maturidiyah, dan dia menyatakan bahwa orang-orang asy’ariyah maturidiyah sebagai Ahlut Tauhid wa Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Ini adalah salah satu yang harus kita bongkar terlebih dahulu dari kelompok ini, bukan hanya membahas permasalahan-permasalahan mereka dalam mengingkari hadits ahad dan adzab kubur atau dakwahnya kepada penegakkan khilafah saja. Mereka mempunyai hal yang lebih sesat dari itu semua, seperti pemakaian ilmul kalam dalam membahas setiap permasalahan agama. Padahal A’imah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti Imam Asy Syafi’i dan Imam Abu Hanifah telah membantah ilmul kalam itu. Mereka mencap orang-orang yang mempelajari ilmul kalam itu sebagai mubtadi’, yang harus dihukum cambuk dan dimasukkan ke penjara serta ditahdzir.

Pendiri Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An Nabhani. Dia adalah merupakan salah satu cucu dari Yusuf bin Isma’il An Nabhani, yang dia (yusuf) ini adalah seorang yang sangat berlebihan pada Sufisme. Yusuf Isma’il mempunayi (mengarang) banyak kitab, diantaranya adalah Jami’ Karamatul Awliya’. Kitab ini didalamnya berisi banyak cerita-cerita “yang lucu”, salah satunya adalah Ali Al Amali, jika kita membacanya maka kita akan tertawa sekaligus menangis.

Mereka (pengikut Hizbut Tahrir) menggelari Taqiyuddin sebagai mujtahid muthlaq, Apakah kamu pernah mendengarnya? [ya]. Lalu apakah yang mereka katakan tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mereka katakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak seharusnya berijtihad. Apakah kamu pernah mendengar hal ini? Bahwa beliau tidak seharusnya berijtihad?.

Maka kita katakan pada mereka, siapa yang paling sempurna satu sama lain yang berhak untuk melakukan ijtihad? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ataukah Taqiyuddin? Dia (Taqiyuddin) adalah majhul atau tidak dikenal, dia bukanlah siapa-siapa. Lalu bagaimana hal itu bisa dikatakan? Apakah kalian berpikir bahwa perbuatan kalian ini tidak akan diketahui? Allah memelihara agama-Nya dan barang siapa yang melakukan kedustaan dan kesesatan maka akan disingkapkan kedustaan dan kesesatannya itu dan dia akan dihukum. Pencuri, bagaimana mungkin seseorang menawarkan bid’ah kepada umat dan menyatakan bahwa kebid’ahan itu adalah sunnah, apakah dia tidak sadar dan takut akan dihukum? Allah lah yang akan menghukumnya.

Taqiyuddin lahir di Ijzim, Palestina pada tahun 1909. Kemudian setelah dewasa, dia belajar Universitas Al Azhar sampai lulus. Setelah dia lulus, dia pergi ke Libanon dan Yordania, dan bekerja di universitas Islam sebagai tenaga pengajar sampai akhirnya dia mendirikan Hizbut Tahrir. Dia wafat pada tahun 1977. Dia memiliki (menulis) banyak kitab, seperti Risalatul Arab yang didalamnya terdapat kecenderungan pada nasionalisme, menunjukkan konsepnya tentang nasionalisme dan lain-lain. Walaupun dia menyatakan menarik kembali konsepnya itu, namun yang nyata bagi kami, dia tidak secara tegas menyatakan hal tersebut di kitab-kitabnya yang terakhir. Karena kitab Risalatul Arab merupakan salah satu kitab pertama yang dia tulis.

Aqidahnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah maturidiyah yang merupakan sebuah pemahaman sebuah firqah yang dinisbahkan pada Abu Manshur Al Maturidi, yang memiliki kesesatan yang lebih daripada Asy’ariyah. Dia menyebut a’imah dari firqah tersebut sebagai “Ahlus Sunnah wal Jama’ah”.

Dalam salah satu tulisannya, yang didalamnya terdapat pernyataan yang sebenarnya adalah merupakan imitasi dari perkataannya Ar Razi (seorang tokoh dari ahlul kalam). Dia berkata bahwa kita tidak bisa menerima Al Qur’an sampai terpenuhinya 10 syarat, dan salah satu syaratnya itu adalah Al Qur’an itu harus disesuaikan dengan ‘aql. Ini merupakan perkataannya Ar Razi.

Dia juga menulis dalam kitabnya Asy Syakhsiyyah Al Islamiyyah III/132, yang tulisannya membuktikan akan ke-maturidiyah-annya dan ke-asy’ariyah-annya. Dia men-ta’wilkan beberapa sifat Allah, seperti tangan Allah yang dia artikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Padahal kita temukan dalam kitab Syarhul Fiqhul Akbar Abu Hanifah halaman 33, disitu dikatakan bahwa tidak boleh untuk men-ta’wilkan tangan Allah sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dan juga dalam kitab Tabyin Khadibul Muftari halaman 150, disana terdapat perkataan dari Imam Asy’ari (Abul Hasan Al Asy’ari) sendiri bahwa tidak boleh menyatakan atau meng-qiyaskan tangan Allah itu sehingga artinya adalah kekuatan atau kekuasaan. Sebab itu adalah perkataannya Mu’tazilah, salah satu firqah yang paling sesat.

Jika kita membuka kitab Syarh Ushulul Khomsah Al Mu’tazilah halaman 228, disana akan ditemukan perkataan salah satu imam dari mu’tazilah yaitu Al Qadhi ‘Abdul Jabbar, yang berkata bahwa manhaj “ahlus sunnah” adalah meyakini bahwa tangan Allah itu maksudnya adalah kekuasaan atau kekuatan.

Maka permasalahan inilah yang harus kita bahas terlebih dahulu, janganlah kita berbicara tentang syubhat-syubhat mereka tentang khilafah, hadits ahad, atau ‘adzab kubur, tapi mari kita bahas tentang at ta’wil yang mereka lakukan.

Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (penulis kitab Aqidah Thahawiyah) mengatakan bahwa ta’wil yang terbaik adalah meninggalkan ta’wil dan hanya mencukupkan pada nash (Al Qur’an dan As Sunnah) dan apa yang ada (disepakati) oleh Jama’atul Muslimin. Lalu, bagaimana bisa mereka, tukang ta’wil, dikatakan sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah padahal ucapan mereka bertolak belakang dengan ucapan Imam Ath Thahawi. Dan banyak lagi kesesatan lainnya.

Mereka berkata bahwa khilafah itu harus segera didirikan minimal dalam 13 tahun atau 25 tahun. Jika tidak mampu dalam waktu tersebut maka akan gagal. Padahal telah ada contoh pasti yang dilakukan oleh Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan hal ini dapat diketahui dari tingkah laku mereka dalam melaksanakan sunnah. Ahlus Sunnah tidaklah berkata (mengenai dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah), “Ini bukanlah saatnya untuk melakukan dakwah kepada hal tersebut sekarang”. Janganlah kita lupa tentang dakwah kepada Tauhid, sebab dengan hal inilah (tauhid) kita diciptakan, kita diciptakan untuk mentauhidkan Allah.

Mereka telah membuat kesalahan besar. Mereka mengatakan bahwa khilafah Islamiyyah itu runtuh pada tahun 1924, di abad ini. Ini adalah kekeliruan. Sebab Khilafah Islamiyyah itu telah runtuh sejak berabad-abad yang lalu. Sedangkan tahta ‘Utsmani bukanlah Khilafah. Mereka (para penguasanya) sendiri meyatakan bahwa diri mereka adalah raja, Sulthan (seperti Sulthan Abdul Hamid, Sulthan ‘Abdul Majid). Ini bukanlah Khilafah Islamiyyah, ini adalah kerajaan biasa.

Kamu tidak akan melihat adanya jejak-jejak Sunnah pada mereka, walaupun kau bertanya pada mereka “kenapa kami tidak melihat sunnah atas kalian?”. Kebanyakan dari mereka mencukur habis jenggotnya. Mereka berkata “Hal terpenting sekarang adalah usaha untuk menegakkan kembali khilafah, sedangkan memanjang jenggot adalah perkara qusyur (kulit) yang dapat kita buang”. Mereka menganggap bahwa amalan-amalan sunnah itu seperti kulit yang dapat kita buang. Lalu sunnah apakah yang akan mereka dakwahkan pada kaum Muslimin?

Mereka menjelaskan tentang nash (Al Qur’an dan Al hadits) dan mereka pun membuat syubhat atas hal tersebut. Mereka mengatakan, “ini nash yang qath’iy”, “ini maknanya qath’iy” dan lain-lain. Walhasil, mereka membuat bingung umat ini dengan penjelasan semacam itu. Mereka berbicara dengan banyak teori, teori politik. Mereka menghafal banyak teori-teori itu, tapi mereka tidak menghafal walaupun hanya 10 hadits atau beberapa ayat dari Al Qur’an. Malah mereka membuat syubhat terhadap nash.

Salah seorang dari mereka berkata “setiap nash yang ada dalam Al Qur’an dan Al Hadits, maka tidaklah para ulama itu kecuali saling ber-ikhtilaf dalam memahaminya”. Apakah kalian pernah mendengar perkataannya ini? Ya, pada setiap nash. Dan aku (Syaikh Abdurrahman) mendengar sendiri perkataan ini dikatakan oleh pemimpin-pemimpin mereka, dan Umar Bakri adalah merupakan salah satunya. Kemudian, aku telah mendengar rekaman dialog mereka dengan Syaikh Al Albani (rahimahullah) berjudul Munaqasyah Afraqul Mu’tazilah. Salah seorang dari mereka mengatakan pada Syaikh perkataan di atas. Lalu apakah yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani pada mereka? Syaikh berkata “apakah firman Allah itu mengandung keragu-raguan?”, maka ketika mereka mendengar ucapan syaikh, serta merta mereka pun merubah topik pembicaraan.

Kebiasaan tergesa-gesa pada kelompok ini akan menyebabkan mereka mati dengan cepat, mereka tidak mempunyai kesabaran dan kebijaksanaan. Mereka tidak memikirkan bagaimana tahapan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai dari awal sampai akhir. Mereka mengamil tahap akhir sebagai tahap awal. Apa yang akan terjadi bila kalian meminta tahap akhir menjadi di awal? Apa yang akan terjadi? Kalian akan habis.

Mereka mengadakan perjanjian dan bekerja sama dengan siapa saja, yang sebenarnya ada diantaranya tidak boleh untuk bekerja sama dengannya, seperti Syi’ah dan lain-lain. Seharusnya mereka memulai dakwahnya dengan hal pertama dan terpenting (yaitu At Tauhid), maka hal ini lebih arif daripada arif tapi dalam mengadakan perjanjian-perjanjian dengan golongan-golongan yang Allah benci.

Dan qadarullah, hizb ini datang ke Inggris (dan ke negara lainnya di dunia) dan menyebarkan banyak fitnah ketika mereka mengenalkan Islam pada penduduk di sini. Mereka menyebarkan fitnah-fitnah itu di universitas-universitas, dan lain-lain. Maka apa hasil yang didapat dari perbuatan mereka itu? hasilnya adalah membuka peluang bagi orang-orang kafir untuk menutup masjid, membubarkan halaqah ilmu dan lain-lain. Lalu apa yang menjadi tuntutan dari hizb ini? mereka tidaklah menuntut akan doktrin-doktrin aqidah dalam dakwahnya.

Mereka menafsirkan Al Qur’an dengan disesuaikan nafsunya, mereka berkata “Dan tidaklah Allah menciptakan manusia dan jin kecuali…..untuk menegakkan khilafah dan menegakkan hukum-hukum Islam” dan “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka…..menegakkan khilafah”. Seolah-olah Allah lah yang berfirman seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Padahal, Li ya’budun (untuk beribadah pada-Ku), dengan kalimat inilah kami ingin mendakwahi (kepada tauhid) orang-orang kafir sebelum terlambat.

Jika ada orang kafir datang kepada mereka, untuk meminta penjelasan tentang Islam. Apakah yang akan mereka lakukan? Apakah mengambil tangannya dan mendakwahinya atau meninggalkannya? Bagi mereka maka lebih baik meninggalkan orang kafir tersebut. Padahal bila datang orang-orang kafir kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mengambil tangannya dan mendakwahinya sampai dia menjadi muslim walaupun satu orang saja. Sebab hal ini akan menyelamatkan dia dari api neraka dan memasukkannya ke dalam surga. Tapi dakwahnya mereka, Hizbut Tahrir, adalah menunda dakwah kepada Tauhid sampai khilafah tegak.

Satu bukti yang sangat jelas mengenai “kebenaran” dari sikap mereka yang tidak memperdulikan akan aqidah, adalah mereka bersegera pergi ke Iran (ketika terjadi revolusi Iran) dan mereka pun mengusulkan siapa yang akan menjadi khalifah disana. Tahukah kamu siapa yang mereka usulkan? Dia adalah Khomeini, mereka meminta Khomeini menjadi khalifah. Dan hal ini mereka nyatakan dalam surat kabar mereka, Al Khilafah no.18, jum’at, 2 januari 1410 H (1989 M).

Dalam surat kabar ini, kami menemukan sebuah artikel berjudul “Hizbut Tahrir wal ‘Imam’ Khomeini”. Dalam artikel itu mereka berkata “Kami pergi ke Iran dan mengusulkan agar Khomeini menjadi khalifah umat ini”. Jadi dengan umat manakah yang mereka inginkan agar kita, kaum muslimin, bekerja sama dan bila tidak bekerja sama maka dihukumi musyrik? Lalu siapakah khalifahnya? Dia adalah Khomeini.

Dalam majalah mereka, Al Wa’ie, mereka mengatakan bahwa karangan yang berkenaan dengan politik terbesar (terbaik) yang pernah ditulis adalah Al Hukumah Al Islamiyyah, yang ditulis oleh Khomeini. Menurut mereka, ini adalah karya terbesarnya khomeini, sebab dalam karangannya itu dia menyerukan kepada syari’at dan menetapkan syari’at (menurut versinya) itu, dan dia mengatakan bahwa tidak ada timur tidak ada barat, tidak ada sunni tidak ada syi’i, yang ada adalah Islam. Dia membagi Islam menjadi dua dekade (?), dan memberikan harapan akan hal tersebut kepada kaum muslimin yang berada dalam keputus-asaan. Mereka (Hizbut Tahrir) berkata “bukan berarti Khomeini itu tidak mempunyai kesalahan, tapi sekarang ini bukanlah waktunya untuk membahas hal itu, tapi pergunakanlah waktu itu untuk hal lain”. Apakah yang lain itu? Yaitu untuk menghantamkan kepala-kepala kaum muslimin dan mendakwahi mereka pada kemusyrikan.

Mereka mengakui dan berkata “kami telah pergi menemui Khomeini dan menyerukan padanya agar menjadi khalifah dan khomeini pun mengatakan bahwa dia akan memberikan jawabannya pada kita, apakah dia bersedia atau tidak” Lalu mereka berkata lagi “kami telah menunggu untuk jawabannya itu, tetapi kami tidak mendapatkannya (dia tidak memberikan jawaban)”. Dan karena inilah mereka mengkritik penguasa Iran itu. Mereka menyerukan agar Khomeini menjalankan khilafah berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah. Apakah Khomeini menerima Al Qur’an dan As Sunnah? Apakah orang-orang ini sedang bercanda? Kenapa mereka tidak minta saja pada Clinton dan menyuruhnya untuk melakukan hal yang sama!.

Mereka memuji kitabnya, Al Hukumah Al Islamiyyah, padahal didalamnya dia mencaci Abu Bakar, Umar, Mu’awiyah dan lainnya. Dia mencaci ipar laki-lakinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenapa hal ini tidak dipermasalahkan oleh mereka (Hizbut Tahrir)? Dia juga mengatakan bahwa “imam-imam” kami berada pada tingkatan tertinggi, yang tidak ada nabi ataupun malaikat yang dapat mencapainya (Al Hukumah Al Islamiyyah, halaman 52). Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Bagaimana mungkin imam-imamnya itu lebih baik daripada semua nabi dan malaikat? Tapi hal itu bukanlah sesuatu yang hal yang dipermasalahkan bai Hizbut Tahrir.

Hizbut tahrir dalam kegiatan dakwahnya tidaklah menyinggung permasalahan-permasalahan yang dapat membuat “jatuhnya” umat, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Padahal sebenarnya apa yang mereka lakukan itu adalah melawan hukum Allah. Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu merubahnya (Ar Ra’d 11).

Mereka ingin merubah keadaan tapi tidak ingin umat ini berubah.

Mereka tidak akan mengatakan kepada umat apa yang menyebabkan umat ini menjadi jatuh dan lemah. Mereka tidak akan berkata “Kami atau kita umat Islam jatuh karena ketidakpatuhanmu pada Allah”, “Kamu sudah tidak tunduk lagi pada Allah”, “Kamu tidak lagi menggambarkan nama yang kamu sandang dibahumu”, “Kamulah yang menyebabkan jatuhnya umat ini”, “Ini semua karena dosa-dosamu” dan perkataan lainnya.

Mereka tidak mengatakan hal itu, tapi mereka akan mengatakan pada umat bahwa jatuhnya umat ini karena onspirasi musuh. Mereka tidak memfokuskan dakwah mereka untuk memperbaiki apa-apa yang telah dilanggar oleh umat, padahal inilah yang selalu menjadi musuh yang sebenarnya. Dan kami pernah bertanya pada mereka, “Allah telah menjanjikan kepada kita, umat Islam, kejayaan dan kemenangan. Lalu kenapa setelah Dia memberikan hal itu kemudian menghancurkan kita? Mereka tidak akan menjawabnya.

Mereka ingin agar kita meloncati tahapan awal dalam dakwah, yaitu tarbiyah dan memulainya dengan khilafah sebagai tahapan yang paling awal. Tapi mereka tidak akan berhasil, mereka akan gagal. Sebab tahapan awal dalam berdakwah yang dilakukan oleh para shahabat adalah tarbiyah, sebab membawa nama Islam di pundak kita membutuhkan kesabaran dan lain-lain. Tapi hal yang dekat untuk dilakukan oleh mereka hanyalah untuk menegakkan khilafah dan tidak berbicara tentang selainnya, seperti membicarakan dosa dan lain-lain. Padahal Allah berfirman,

“Jika kalian bersabar dan bertaqwa, maka yang demikian itu sungguh merupakan hal yang patut diutamakan” (Ali Imran 186)

Jika kamu bersabar dan takut pada Allah, maka makar musuh tidaklah akan membuatmu merugi!!! Maka apakah kita akan merugi, apa yang akan terjadi pada janji Allah kemudian bila kita bersabar dan bertaqwa pada Allah? Ini adalah janji Allah, maka apa yang akan terjadi kemudian? Dan Allah berfirman,

“Sembahlah Aku dan janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan apapun” (An Nur 55)

Ada dua syarat disini, yaitu sabar dan takut serta tidak menyekutukan Allah, jika kita berpegang pada dua hal ini maka kita tidak akan merugi.

Tapi mereka (Hizbut Tahrir) membolehkan seorang yang musyrik, yaitu Khomeini, menjadi khalifah!!! Seseorang yang berkata “Ya Ali…dan lain-lainnya yang mengandung kesyirikan. Benarkah orang-orang ini hanya menyembah pada Allah saja? Tapi hal-hal ini bukanlah sesuatunyang harus dipermasalahkan bagi mereka, sebab yang paling penting bagi mereka adalah khilafah. Kalian tidaklah menerapkan tauhid dalam dakwahmu, setiap kesyirikan adalah bukanlah masalah bagim,u, khilafah yang penting penting. Masing-masing dari mereka tidak faham akan syari’ah atau mereka mengabaikan hukum Allah. Seharusnya kita mempelajari bagaimana cara mengahadapkan hati-hati kita kepada Pencipta kita.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata “Ya Allah, jauhkanlah aku dari setiap bala’ yang timbul akibat dosa-dosa”. Dan tidaklah hal ini dapat dicapai kecuali dengan At Taubat. Apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas menunjukkan adanya hukum Allah, tapi “hukum” Hizbut Tahrir tidaklah menunjukkan adanya hukum Allah.

Mereka tidak keberatan untuk berbicara tentang permasalahan imperialisme. Ya, Amerika adalah syaithan terbesar di dunia. Kita tidak berpendapat tidak boleh mengatakan hal itu, tapi kita katakan “berhentilah memakai hal-hal yang berbau emosional itu dalam berdakwah dan mulailah untuk mengajari umat ini dengan apa yang harus pertama kali mereka ketahui, yaitu At Tauhid”.

Tapi jika Amerika itu adalah syaithan terbesar, seperti katamu, lalu kenapa kalian mengatakan bahwa kita dibolehkan untuk meminta bantuan pada syaithan-syaithan itu? Kenapa kalian katakan bahwa meminta bantuan kepada kuffar itu adalah salah satu dari prinsip “kita”? Kalian meminta bantuan kepada kuffar untuk melakukan apa? Untuk menegakkan khilafah, apakah syaithan itu akan membantu kalian untuk menegakkan khilafah? Kalian adalah satu-satunya yang berkata bahwa seseorang dibolehkan untuk melakukan perjanjian damai dengan syaithan-syaithan itu (itu yang pertama) dan yang lainnya, adalah kamu katakan bahwa kalian berlepas diri dari hal itu. Lalu kenapa kalian katakan “pertama, salah satu prinsip kami adalah mencari dukungan kepada kuffar agar mereka memberikan bantuan kepada kita dalam menegakkan khilafah? Maka pada tahun 1978, mereka meminta kepada Qaddafi agar membantunya dalam menegakkan khilafah.

Kemenangan yang mendukung umat ini berbeda dengan kemenangan yang diraih oleh berbagai macam negara. Perancis memukul mundur jerman, Jerman memukul mundur Inggris, mereka mempunyai sistem sendiri-sendiri. Tapi kita mempunyai hukum Allah. Kemenangan dalam Islam itu berhubungan dengan ketundukan, ketaatan, berserah diri kepada Allah dan inilah unsur-unsur sebenarnya dari kemenangan. Kemenangan inilah yang dijanjikan oleh Allah, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, tapi janji-Nya itu mempunyai syarat-syarat.

Tidak seperti yang ada di orang-orang ini. Sebagian dari mereka ada yang menunjukkan pahanya (memperlihatkan auratnya) dan yang lainnya ada yang tidak sholat. Mereka berkata “Ini bukanlah masalah, selama dia berkata La Ilaha Ilallah”, mereka berkata “Baik, kita katakan pada mereka, kau bersama kami, walaupun kau tidak shalat”. Dan kami mengetahui beberapa dari anggota Hizbut Tahrir di Yordania dan negara lainnya, mereka tidak sholat. Tapi mereka katakan bahwa hal itu tidak apa-apa selama orang-orang itu berteriak untuk menegakkan khilafah. Maka tidak apa-apa kami (Hizbut Tahrir) bekerja sama dengan mereka. Dan mereka menyatakan bahwa diri-diri mereka adalah yang paling mengetahui tentang permasalahan politik. Salah satu bukti dari pekerjaan dan pengetahuan mereka dalam masalah politik adalah mereka berteriak kepada Saddam Husain (seorang komunis, yang telah membunuh ribuan muslim dan melakukan kekejaman pada muslim), mereka berkata tentangnya “Subhanallah, dia berjuang melawan syaithan terbesar, yaitu Amerika, maka kami bersamanya” dan kesesatan-kesesatan lainnya.

Sekarang kita akan membahas beberapa fatwa mereka. Tentang Al Qadha wal Qadar, mereka katakan bahwa kedua hal itu tidak dijelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah (Ad Dusiyah halaman 18).

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)” (HR. Al Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 10/167)

Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata “kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami”. Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma’idah 5/29).

Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 18). Dan dikatakan oleh mereka bahwa dakwah pada akhlaqul karimah tidaklah akan membuat masyarakat menjadi benar dan tidak akan membuat tegaknya khilafah, tapi masyarakat itu akan tegak dikarenakan adanya koreksi pada doktrin aqidah dan tidaklah dengan menyerukan pada akhlaqul karimah (Manhaj Hizbut Tahrir fit Taghyir halaman 26-27).

Maka kita katakan “Masyarakat itu akan tegak dengan keduanya (aqidah dan akhlaqul karimah), dan Islam menyerukan pada keduanya”.

Taqiyuddin mengingkari adanya ikatan emosi pada jiwa manusia, tidak ada ikatan bathin. Dia katakan tidak ada ikatan emosi pada jiwa manusia dalam ajaran Islam. Karena pendapatnya inilah, kami melihat Hizbut Tahrir tidak mempunyai kelemah-lembutan dan akhlaqul karimah dalam menghadapi umat. Dia berkata dalam Nizhamul Islam halaman 61 dan Al Fikrul Islami Al Mu’asyir halaman 202 bahwa mereka-mereka (para ulama Ahlus Sunnah) yang mengatakan bahwa wanita itu semuanya aurat, maka hal ini adalah bukti dari keruntuhan, perusakan akhlaq, padahal sudah pasti bahwa laki-laki dan perempua itu akan bertemu bersama-sama ketika melakukan transaksi jual-beli. Lalu dia katakan dalam An Nizham halaman 10 dan 12, bahwa berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram itu tidak akan merusak akhlaq. Dia mengatakan bahwa bila wanita itu berhijab maka hal itu adalah keruntuhan dan perusakan akhlaq, tapi dia berkata bahwa berjabat tangan dengan wanita bukan mahram itu tidak merusak akhlaq.

Mereka mengatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah merupakan sebuah kelompok yang mengurusi masalah politik, seluruh kegiatannya adalah berhubungan dengan politik, ini yang mereka katakan. Kegiatan mereka bukan pada hal tarbiyah, bukan pula pada memberikan targhib dan tarhib, namun semuanya hanyalah yang berikaitan dengan politik (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir halaman 28 dan 31, juga dalam Hizbut Tahrir halaman 25). Apakah kalian pernah mendengar apa yang mereka katakan itu? Itu yang mereka nyatakan. Mereka berkata “Kami membolehkan orang-orang untuk membentuk hizb-hizb, berdasarkan pada firman Allah,

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan dan melarang kejelekan serta beriman kepada Allah” (Ali Imran 110)

Ini adalah dalil yang mereka pakai, padahal seperti yang mereka katakan, bahwa kegiatan mereka seluruhnya hanya berkaitan dengan politik!!. Maka kegiatan politik ini telah dijadikan sebagai aqidah bagi mereka, dan karena hal inilah mereka melakukan tawar menawar dengan mubtadi’ (dan juga musyrikin) seperti Syi’ah, mereka mengatakan bahwa bekerja sama dengan syi’ah adalah tidak apa-apa. Dan mereka melakukan hal tersebut dengan kuffar Yahudi.

Mereka mengatakan dalam majalahnya, Al Wa’ie, nomor 75 halaman 23, tahun 1993, bahwa tidak ada perbedaan antara madzhab Syafi’i dan Hanafi, dan mereka telah salah karena mendalilkan hal ini untuk menjelaskan yang berikutnya, begitu pula Ja’fari dan Zaidi. Dan mereka berkata “dan inilah yang terjadi antara kalangan Sunni dengan Syi’i, yang sebenarnya ada orang-orang yang berada di belakang perpecahan ini (yang mempunyai maksud tertentu) dan kami harus memerangi orang-orang itu, sebab tidak ada perbedaan antara keduanya, dan siapa saja yang melakukan perbedaan itu maka akan kami lawan”.

Orang-orang Hizbut tahrir sebenarnya mengetahui apa yang dinyatakan oleh orang-orang syi’ah tentang ‘Aisyah dan para shahabat, mereka mendengarnya di Hyde Park (sebuah tempat di Inggris) dan tetap saja mereka katakan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syi’i. Ketika Syi’ah mencaci maki para shahabat dan mengatakan bahwa para shahabat telah merubah Al Qur’an, mencaci maki istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ummul mukminin, tapi bagi Hizbut Tahrir ini adalah masalah kecil!! Kenapa bisa seperti itu? Karena berdasarkan pada hal yang paling penting bagi mereka, yaitu permasalahan khilafah.

Mencaci maki para shahabat, mencaci maki para istri Rasul, menuduh para shahabat telah merubah Al Qur’an adalah hal kecil dibandingkan dengan permasalahan yang “paling besar”, apakah itu? Masalah khilafah. Itulah yang menyebabkan kenapa mereka mengatakan bahwa kitab yang terbaik adalah Al Hukumah Al Islamiyyah padahal didalamnya terdapat kekufuran dan pernyataan bahwa melawan Sunni adalah merupakan aqidah bagi Syi’i, karena aqidah syi’i itu cocok dengan aqidahnya mereka. Tapi Hizbut Tahrir tidak mau tahu tentang hal itu dan memilih untuk mengabaikannya. Oleh karena itu, mereka (Hizbut Tahrir) dapat ditemukan di Qum, tempat dimana Khomeini hidup. Mereka mengira bahwa di sana dapat ditegakkan khilafah.

Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, mereka mengatakan bahwa Allah membolehkan umat Islam untuk mendirikan hizb-hizb, dengan berdalil dengan surat Ali Imran ayat 110. Tapi lihat apa yang mereka katakan “Sesungguhnya amar ma’ruf nahi munkar tidak bisa dijalankan kecuali sebelumnya telah ditegakkan khilafah dan hukum-hukum Islam” (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir halaman 21). Lalu andai amar ma’ruf nahi munkar itu tidak bisa dijadikan sebagai suatu cara, kanapa kalian masih menukil ayat itu?. Dan Umar Bakri pun menagatakan hal yang sama pada Tafsirnya Surat Al Ma’idah 2/233. Mereka katakan bahwa kegiatan mereka total pada permasalahan politik.

Maka kita katakan pada mereka. Apakah Salafus Shalih tidak pernah mendengar ayat ini sebelumnya? Kalaupun mereka (Salafus Shalih) mendengar, apakah mereka mendirikan kelompok sendiri-sendiri? Apakah mereka memahami ayat itu seperti pemahamanmu? Tentu saja tidak, sebaliknya pemahamanmu ini bukanlah dalam rangka memahami ayat, tapi dalam rangka merusak ayat.

Kami pun mengetahui bahwa kelompok yang bergerak dalam permasalahan politik bukan hanya Hizbut Tahrir saja, tapi juga ada Ikhwanul Muslimin. Mereka juga mengatakan boleh untuk membuat kelompok-kelompok dan mereka pun menukil ayat yang sama. Mereka adalah biang pembuat perpecahan umat. Mereka masing-masing membuat kelompok, lalu mereka pun berpecah belah dan akhirnya saling benci satu sama lainnya. Ini adalah suatu pemahaman yang menyelisihi Salaf.

Rasulullah berkata bahwa jika ada dua khalifah yang dibai’at, maka salah satunya harus dibunuh. Tapi mereka katakan bahwa hadits ini ahad. Siapakah yang memberitahumu bahwa para shahabat tidak menerima hadits ahad? Kita telah menjelaskan pada mereka (Hizbut Tahrir) tentang salahnya pendapat ini selama bertahun-tahun. Maka berikanlah pada kami, ucapan-ucapan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, shahabat, tabi’in dan yang selainnya bahwa hadits ahad tidak bisa diambil dalam permasalahan aqidah? Mereka katakan bahwa haram mengambil hadits ahad dalam permasalahan aqidah tapi haram meninggalkan hadits ahad dalam permasalahan ahkam!! Apakah ini bukan suatu pertentangan?

Maka disini ada pertanyaan penting yang harus ditujukan pada mereka. Mereka sering mendengung-dengungkan ayat,

“Dan hendaklah ada di antara kamu, segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyeru yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka lah orang-orang yang beruntung” (Ali Imran 104)

Lalu bagaimana bisa ayat ditafsirkan dan hendaklah ada segolongan dari Hizbut Tahrir? Sekarang kita katakan, apakah umat ini ada sebelum lahirnya Taqiyuddin An Nabhani? Tentu saja, umat ini sudah ada sejak jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kenapa kita perlu pada Taqiyuddin dan Hizbut Tahrir? Apakah merupakan suatu kebaikan jika membolehkan membentuk partai-partai dalam Islam, di dalam umat ini sedangkan kalian melarangnya di dalam tubuh kalian (di dalam Hizbut Tahrir)?

Dan sungguh menakjubkan orang-orang ini, yang mereka sebenarnya mendakwahkan pada perpecahan. Mereka berteriak agar umat ini bersatu, tapi mereka sendiri terpecah-belah. Mereka seharusnya tidak boleh melakukan hal ini. Jika kalian ingin agar umat ini bersatu, maka hal yang pertama yang harus kalian lakukan adalah pergi dan kutuklah hizb kalian (dan membubarkannya), lalu setelah itu barulah kalian berdakwah untuk bersatu.

Hal lainnya, adalah mereka selalu mendengung-dengungkan ayat di atas (Ali Imran 104), tapi apakah mereka terlihat, secara dhahir, melakukan amar ma’ruf nahi munkar? Tidak, mereka hanya melakukan hal itu untuk kepentingan diri-diri mereka dan kelompoknya saja. Seseorang yang tidak mempunyai sesuatu maka tidak akan dapat memberikan apa pun. Jika aku tidak mempunyai uang maka tidak dapat memberikan uang. Jika mereka (Hizbut Tahrir) tidak mempunyai sunnah, maka sunnah apakah yang akan mereka berikan pada umat.

Menurut mereka, semua bagian dari dunia ini adalah darul kufr. Mereka katakan bahwa tidak ada lagi wilayah Islam saat ini, sebab semuanya adalah tempat kufr. Apakah benar mereka berkata seperti ini? apakah kalian setuju dengan mereka? Aku telah membaca tulisan mereka dalam kitab-kitab mereka, mereka katakan “Tanah yang ditempati Muslimin sekarang adalah darul kufr, walaupun orang-orang yang menempatinya muslim” (Hizbut Tahrir, halaman 32 dan 103). Mereka tidak memasukkan Makkah dan Madinah sebagai wilayah muslim! Apakah mereka katakan padamu kecuali Makkah dan Madinah? Aku akan memberikan pengalaman pribadiku, salah seorang dari mereka berkata padaku, “semua orang selain yang tinggal di Makkah dan Madinah adalah bukan muslim dan wilayah tempat tinggal mereka yang tinggali pun bukanlah Darul Islam (Ad Daulah Islamiyyah halaman 55, Mitsaqul Ummah halaman 14 dan 44, Manhaj Hizbut Tahrir halaman 10-11) Dari semua sumber rujukan tersebut dikatakan bahwa semua tempat adalah darul kufr dan semua masyarakatnya adalah kufr. Ini berarti tidak ada muslimin!! Salah seorang dari saudara kita bertanya pada salah seorang pemimpin mereka, “apakah ada pada saat ini darul Islam?”, dia (pemimpin Hizbut Tahrir) berkata “Tidak Ada”, lalu saudara kita berkata:”Tapi aku ingin hijrah” dia berkata “ini tidaklah mungkin”. Lalu dimanakah kemudian darul hijrah itu? Apakah Makkah dan Madinah bukan tempat Islam? Lalu kenapa kalian (Hizbut Tahrir) pergi ke London?

Ada beberapa fatwa yang mereka berikan (Jawab wa sual, 24 rabi’ul awal 1390 dan juga 8 muharram 1390). Mereka menjelaskan bahwa laki-laki dibolehkan untuk mencium wanita non muslim. Dan aku bersumpah bahwa mereka menyetujui hal ini. Salah seorang saudara kita yang baru masuk Islam diberikan penjelasan ini bahwa dia boleh mencium wanita non muslim. Mereka berkata bahwa boleh untuk melihat foto (gambar) wanita telanjang (b****l), mereka katakan “Toh ini hanyalah gambar”. Mereka katakan bahwa itu bukanlah wanita tapi hanyalah gambar. Kemudian mereka berkata bahwa dibolehkan untuk menjabat tangan wanita lainnya, yaitu ketika melakukan bai’at, sebab tidak ada perbedaan antara wanita dan pria dalam hal ini (Al Khilafah halaman 32).

Hal yang ingin saya jelaskan sekarang adalah, aku telah melihat mereka dan datang ke tempatku. Dan mereka mengatakan tentang hadits dari ‘Aisyah. ‘Aisyah berkata “Tidak, Wallahi. Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita (selain mahram)” Dan mereka katakan bahwa “Tidak, dia (’Aisyah) telah salah”. Aku telah mendengarnya langusng dari Umar Bakri dan aku mempunyai rekamnnya. Dia katakan bahwa ‘Aisyah telah salah, dia salah dalam menyatakan hal ini”. Maka manakah yang benar, apakah perkataan ‘Aisyah atau dia? Apakah kamu hidup di jaman Rasulullah? Bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti ini. Padahal hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari!!. Mereka membantah perkataan ‘Aisyah dengan perkataannya Ummu ‘Athiyah bahwa Rasulullah memanjangkan tangannya dari luar rumah dan para wanita memberikan padanya tangan-tangan mereka. Tapi riwayat Ummu ‘Athiyah ini adalah mursal, yang berarti dha’if. Hal ini telah dijelaskan oleh An Nawawi (Syarh Shahih Muslim, 1/30) dan juga Ibnu Hajar Al Asqalani (FatHul Bari 8/636). Beliau (Ibnu Hajar) mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh ‘Aisyah adalah merupakan hujjah (bantahan) terhadap apa-apa yang diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyah mengenai Rasulullah memanjangkan tangannya untuk berjabat tangan dengan para wanita. Apakah mereka (Hizbut Tahrir) tidaklah merasa cukup dengan hadits Rasulullah “Aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita”. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1597), An Nasa’i (7/149), Ibnu Majah (2874). Tapi tetap saja hal ini tidak mencukupi mereka.

Apa yang akan aku katakan pada seorang wanita adalah sama dengan yang akan aku katakan pada ratusan wanita tentang bai’at ini. Bahwa Rasulullah tidak membai’at wanita kecuali dengan ucapan (bukan berjabat tangan) (HR. Muttafaq ‘alaih), dan juga perkataan beliau “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tak halal baginya” (HR. Al Baihaqi, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.226). Kendati pun demikian, mereka tetap menyatakan boleh untuk berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram!!

Maka aku katakan pada mereka, dengan menukil ucapan yang sering mereka dengung-dengungkan pada penguasa, “Berhukumlah dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah!”. Dan kami katakan pada mereka “(salah satu) Hukum Allah adalah tidak berjabat tangan dengan wanita bukan mahram, jika kalian tidak berhukum dengan hukum Allah, maka kalian tidak akan bisa menegakkan hukum Allah”. Dan ini berarti bahwa kita harus bersikap tunduk, patuh dan ta’at pada hukum Allah, dan jika kitatidak mendasarkan diri pada hukum Allah, maka apa yang aka terjadi nantinya, bagaimana kita bisa mendakwahi orang lain, bagaimana kita bisa mencapai keunggulan dan kepemimpinan. Imam An Nawawi berkata “jika hal itu terlihat, maka haram untuk menyentuhnya” (Syarhul Minhaj 6/195)

Dikirim Oleh: Abu Farhat

77 Tanggapan ke “MEMBONGKAR SELUBUNG HIZBUT TAHRIR”

  1. anak_baru_gede berkata

    Saya bukan kader HT, tp sy cukup mengenal HT. Sebaiknya tulisan ini tidak dimuat sebab bukan kemaslahatan yang dicapai tapi justru kemudorotan. HT. PKS, Salafy tidka perlulah saling menjelek2an, ini hanya sebuah perbedaan metodologi perjuangan saja. Khusus kepada ikhwah dari salafy, mudah2an antum bisa mau menerima perbedaan.

  2. pejuang syariah berkata

    Bukan saatnya sekarang kita saling menjelek2kan karena hal itulah yang menyebabkan kita semakin terpuruk. Orang2 kafir akan semakin senag jika kita terpecah belah seperti ini.Setiap harakah pastilah punya metode dakwah masing2,knapa kita harus meributkan itu selama metodenya tidak keluar dari fikrah dan thariqah islam.Coba tanyakan pada diri antum sendiri apa yang sudah antum lakukan untuk islam, sudahkah antum lakukan yang terbaik untuk Islam.

  3. Hafez berkata

    masalahnya adalah…..ada saja golongan yang merasa golongan lain sudah keluar dari fikrah islam… itu masalahnya….sebenarnya kan enak kalau kita sudah tau sama tau kalau antar harokah itu beda-beda..ya udah beda aja, jalan masing-masing ndak usah saling sikut

  4. Nissa di Jakarta berkata

    saya pernah ikut tarbiyah, sekian tahun, saya ikuti perkembangan teman2 pks, saya juga ikuti perkembangan hti, tapi saya tak mau bandingkan di forum ini, cukup umat yang menilai.yang terbaik adalah selalu mengintrospeksi diri, jika antum berpikir metode yang dijalankan oleh hti demi kemajuan Islam kurang tepat, apa metode yang akan antum jalankan? dengan yang telah ada sekarang? buktikan saja, tak perlu banyak bicara, bersama saja kita perjuangkan Islam, siapa yang berhasil lebih dahulu, kita nikmati hasil di dunia bersama, dan pahalanya di syurga, ya kan akhi? wallahu’alam

  5. ukhti berkata

    ada yang merasa tersikut ya? ya sudah, buktikan saja kalau anda bisa memajukan Islam dengan karya yang nyata, kalau anda bisa menang kan tinggal tertawa saja, jangan balik nyikut lagi dong, masa tukang sikut di sikut, sikut sikutan jadinya, sama saja bohong, ya ka, ya kan, ya kan…

  6. Hafez berkata

    saya adalah reaksi. silahkan lihat semua posting saya di dunia maya, tidak hanya di blog ini. semua komentar saya adalah reaksi yang dipicu aksi. saya ndak pernah tertarik usil sikut golongan kiri kanan kalo ndak disikut duluan. kalau ndak mau disikut ya jangan nyikut. logika yang sederhana, ya kan? ya kan?

    saya ndak kurang kerjaan. tapi kalau terus terusan disikut saya juga bisa memberikan reaksi.

    saya juga ndak pernah tertawa bangga karena memberikan sesuatu untuk umat, biasa aja karena itu adalah kewajiban. TIDAK ADA satu golonganpun yang bisa merubah kondisi umat sendirian

  7. Jaisy01 berkata

    Biasanya kader PKS itu nggak akan menyikut kalau nggak disikut. Saya sendiri sering menyikut kader2 harakah lain karena mereka menyikut lebih duluan. Padahal kalau sama2 berjuang kan enak. Ada yang demokrasi haramlah, ada yang bilang demokrasi kufurlah, ada yang bilang orang yang diparlemen kufur itu adalah orang kufurlah. Walah, surganya sudah di kapling-kapling untuk mereka sendiri. Toh biasanya tulisan-tulisan kader PKS lebih mengambil pada tulisan yang sudah ada, dan tidak membuat tulisan baru.

    Saya jadi ingat buletin HTI “Al Islam” yang memuat pemberitaan kalau salah satu kader pembesar Ikhwanul Muslimin di Turki adalah antek2nya Mossad! Walah, akhirnya deh reaksi cepat melesat. :)

    Yah, mungkin bagi kader2 HT sebaiknya yang hanif meluruskan kader2nya yang terlalu militan dan terburu-buru serta serampangan dalam menyerang PKS. Katakan bahwa Islam itu satu. Haq antara mukmin adalah saling menjaga kehormatan.

    NB: Wah kalau saya disuruh untuk memberikan publikasi komentar saya di Blognya Kader HT yang militan untuk mencela, mencaci kader2 PKS. Bisa sangat banyak! :D

  8. cangik berkata

    .
    aksi , reaksi, aksi, reaksi
    apa seterusnya kita akan salin balas
    kalau begitu gak akan ada habisnya.
    kalau orang non muslim baca blok ini pasti tepuk tangan
    kang hafez, apa tulisan diatas adalah sebuah reaksi?
    menurutku tulisan diatas adalah sebuah aksi juga ( soalnya baru nemuin )
    yang jelas tulisan diatas juga bisa menjadi pemicu perpecahan umat.
    apa kamu nggak takut dimintain pertanggung jawabannya. soalnya saya liat di blog ini ada beberapa artikel yang “mancing2″ untuk menjadi bahan perdebatan, kalau memang hti or pks bener2 nggak usah ditanggapi tulisan seperti diatas.
    instropeksi diri aja deh…..

  9. cangik berkata

    dimintain pertanggung jawaban sama Allah maksudnya.

  10. Hafez berkata

    anda mungkin perlu kacamata dinosaurus ;) itu bukan tulisan saya…masak ndak baca bagian paling awal…nih saya copas lagi buat anda:

    MEMBONGKAR SELUBUNG HIZBUT TAHRIR
    Oleh Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah

    nama saya hafez ottobi sejak lahir, bukan abdurrahman ad dimasyqiyyah :)

  11. akhi berkata

    ini tulisan wahabi yang masuk ke dalam blog ikhwan. kalau mau jujur, kenapa gak masukkan tulisan syaikh2 wahabi lain yang menyerang ikhwan? ya gak mau lah.

    paham wahabi yang ekstrim gaya khawarij menyerang siapa saja termasuk imam kita asy syahid hasan al bana juga manhaj kita. Kita pun sering diolok2 dengan sebutan ikhwan al muflisin. jadi ngapain copas pendapat wahabi yang nyerang hti dengan alasan hti telah menyerang kita.

    katakan tidak pada khawarij wahabi alias jamaah takfiriyah!

  12. Hafez berkata

    kenapa ga masukin? karena ga ada yang kirim. simple. waktu saya tidak banyak untuk menelusuri setiap jengkal dunia maya. berangkat kerja 08.00 pulang jam 22.00, maka saya mengundang siapapun untuk mengirimkan postingan.

    tidak ada hubungan mau tidak mau.

  13. Jaisy01 berkata

    Betul juga apa kata Pak Cangik!

    Memang betul itu tulisan dari Hizb”Salafi” Sebenarnya kita bisa juga untuk mengambil yang baik2. Kalau masalah kita difitnah oleh Hizb”Salafi” Itu memang sudah biasa. Oh iya, untuk penafsiran Wahabi, Bahwa Muhammad Bin Abdul Wahab adalah salah satu yang harus kita hormati. Memang ada orang2 yang berHizb”salafi” dengan mengatakan golongan Wahabi, merusak citra Muhammad Bin Abdul Wahab. Kita hormati semua ulama, termasuk Nashuriddin Al Bani, termasuk Taqiyyudin Annabani (bener nggak yah nama2 beliau dengan huruf “roman”nya). Mereka adalah ulama2 yang selalu dihormati oleh Ikhwan. Walaupun pengikutnya sering melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada para Ikhwan.

    Itulah indahnya Ikhwan. Ketika semua menjadi saudara, maka semua adalah teman dalam perjuangan!

    NB: Hati2 Antek2 Zionis berada di Blog!

  14. hermawan berkata

    @atas
    Benarkan salafy sebuah hizb?
    Sejak kapan hizb salafy didirikan? Siapa pendirinya?

  15. titok priastomo berkata

    saya jawab artikel ini di http://titok.wordpress.com/2007/05/05/posisi-penegakkan-daulah-dalam-tahapan-dakwah/

  16. al fath berkata

    assalamualaikum wr.wb afwn sharusnya bukan saatnya kita saling sikut menyikut,antara haraqoh jujur saya bukan orang ht tapi saya cukup mengenal mereka,dan seharusnya kita berjuang bersama sama melawan kemungkaran di muka bumi ini,bukan saling mojok memojokkan
    1.saya senang dengan pks akhlaknya yang baik
    2.saya suka JT karena fikroh mereka
    3.saya senang juga dengan HT karena fikroh dan toriqohnya
    saya senang semua haraqoh yang berjuang demi islam di trapkan dan ditegakkan secara kaffah.Andai kan semua haraqoh itu saling mendukung dan tidak saling sikut menyikut kita bisa bersatu utk melawan siapa saja yang berani menghina agama ALLAH dan menghina rasul ALLAH…WASS

  17. Abu Fikr berkata

    Assalamu’alaykum wR wB

    Saya pernah baca artikel tsb yang isinya hampir serupa yakni di majalah as-Syariah no 16/II/1426 H/2005 kita udah tahu itu majalah terbitan dari ikhwan salafy. Bantahan dari Jubir HTI ust Ismail Yusanto pun sudah jelas, bahkan diterang secara terperinci. Yang membuat saya mulai salut sama HTI, saya memang sebelumnya ikut Tarbiyyah. Setiap ada fitnah dan upaya stigmatisasi, mereka tidak membalasnya dengan hal yang serupa, padahal saya yakin sekali untuk melakukan itu mereka sangat mudah. Untuk mas Jaisy bisa kasih tahu nggak buletin al-islam edisi yang keberapa yang antum maksud, saya akan cobe cek.

    Tadinya saya berkunjung keblog ini berharap ada sesuatu yang bisa bermanfaat buat saya minimal untuk menjadikan saya hari ini bisa lebih baik dari pada kemarin, tapi terus terang saya kecewa..

    Salam untuk semua ikhwah

  18. asuna17 berkata

    Ada beberapa fatwa yang mereka berikan (Jawab wa sual, 24 rabi’ul awal 1390 dan juga 8 muharram 1390). Mereka menjelaskan bahwa laki-laki dibolehkan untuk mencium wanita non muslim.

    Setahu ana di kitabnya HTi syakhsiyas Islamiyyah dituliskan bahwa melihat sehelai rambut wanita non muhrim adalah maksiat. Tolong antum cek dulu kebenaran akan artikel diatas sebelum dipublikasikan ke khlayak umum, karena itu akan menambah pundi-pundi dosa anda bila itu ternyata fitnah.
    Demi tegakknya syariat Islam di bumi Allah SWT.

    regard’s
    kaitokid724

  19. Wan berkata

    Ana saranin kalo buat posting untuk diskusi luruskan dulu NIATNYA, kumpulkan SUMBER YG VALID, jadi diskusinya agak BERBOBOT. ga seperti ini, BAHAN DISKUSINYA AJA TIDAK VALID KOK dibahas, hanya akan nambah fitnah kan? “Sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara”. Sedikit saran buat mas salafy, belajarlah bersikap TERBUKA menerima PENDAPAT YANG BERBEDA DARI ORANG LAIN, sikapilah perbedaan dengan arif, jazakallah.

  20. ichanx berkata

    Tadinya gw semangat liat judul postingan ini. Tapi begitu tau sumbernya dari kelompok yang mengaku bermanhaj salafi, apalagi setelah baca isinya, gw jadi gelenggeleng kepala.

    Bukan apa-apa, gw paling bingung liat orang-orang yang mengaku “bermanhaj salafi”. Kenapa? Mayoritas dari bahasan mereka hanyalah tentang “si anu sesat”, “golongan anu kafir”, “si anu pelaku bid’ah”, dll. Akhirnya “para pengaku salafi” ini lebih condong menyebarkan fitnah dan memecah belah umat.

    Gw bukan pro HTI. Tapi bukan berarti gw setuju dengan kelakuan para “pengaku salafi” akan fitnah yang mereka tebarkan. HT, IM, syiah, bahkan mayoritas pola ibadah umat Islam Indonesia “yang cendrung NU” selalu jadi bahan bagi “orang yang ngaku salafi” untuk menyebut kafir, sesat, bid’ah, dsb. Kok malah kesannya ngadu domba sesama umat islam sih?

    Aneh, “orang yang ngaku salafi” ngerti khilafiyah enggak sih? Taklid buta semuanya, gak bisa ngeliat make kacamata yang lebih lebar. Damai aja napa sih? Cari yang baik dari masing2 kelompok, tinggalin yang dirasa jelek. Beres kan?

    Btw, kok gw jadi penggemar blog ini yak? hehe…

  21. Yusna berkata

    Saya nggak tahu bagaimana pola pikir almukarrom almarhum Jaisy01 ini, kalau memang berjuang untuk Islam karena Allah, tidak sepatutnya Anda berperilaku demikian. Ibadah Anda karena apa sih?

    Untuk Abu Fikr saya setuju.
    Saya bukan dari HTI, juga bukan dari PKS. Dulu mau masuk PKS, tp baru penjajakan aja sudah didoktrin untuk membenci HT, dah gak minat lagi.

    Pihak HT menyebut dan memposisikan PKS sebagai mitra, tapi yang dijadikan mitra malah suka nyikut, suka nyari-nyari kesalahan, suka mojokin, suka memprovokasi untuk membenci HT, suka bikin acara tandingan. Mitra apaan tuh?

    Masing-masing harus introspeksi diri, supaya perjuangan kita untuk menegakkan kalimah Allah ini tidak salah jalan, tidak salah orientasi.

    HT dan PKS yang akur dong..

    Untuk Ikhwan dan Akhwat PKS, ingat!!! HT itu saudara Anda juga..

    Salam

  22. faisal berkata

    udah la ya…kite tutup aja pembahasan ini…toh kite2 pada udah tau atas info ttg HT ntuh…ok ya..kite tutup aja ya…eit tunggu dulu…jangan lupa saling maaf memaafkan……Bravo UKHUWAH

  23. Hafez berkata

    @ yusna

    memposisikan PKS sebagai mitra??? wah….ente kemana aja?? baru migrasi dari bulan?? tuh liat di forum-forum diskusi orang-orang HT mencela praktisi demokrasi. mitra dari hongkong 8) sori, PKS ga kurang kerjaan nyikut duluan

  24. Saepulah berkata

    Yang ana tau,kader pks sejati tidak akan pernah menyikut atau membales menyikut harokah lain yang masih melafadzkan laailahaillallah muhammadurrassulullah….

    Klo Pun ada yang begitu, itu baru simpatisan aja.

    Seorng kader akan tau misi dan visi yang di emban pks, makanya dia akan selalu mewujudkan wihdtaul ummah.

    udah lebih baik di cut aja deh postingannya.

  25. Hafez berkata

    ooooo jadi bisa dibilang:

    “eh lo kalo mo nyikut, sikut aja pks sampe puas, ga kan bales kok…mereka sansak. lo sikut sampe bonyok juga ga kan bales…kalo kader pks sejati sih…. kalo disikut bales itu bukan kader sejati”

  26. ghuroba berkata

    saya coba berikan sebuah masukkan untuk direnungkan… terkait dengan HTI dan PKS ada sebuah posisi dimana mekanisme perjuangannya tidak bisa bertemu.. yaitu perkara pandangan syar’i dua belah fihak akan Imamah yang memang berbeda..

    HT memandang perkara Imamah adalah ushul dalam agama, sedangkan PKS memandang Imamah adalah furu’ sehingga sangat sulit mempertemukan perkara Ushul dan furu’ dalam sebuah titik temu, akan tetapi jangan sampai perkara furu’ (cabang dalam Islam) mengalahkan yang ushul pokok dalam Islam salah satunya adalah Ukhuwwah…

    karena pendapat inilah maka sulit mengharapkan ikhwah HT untuk bisa satu jalan dengan ikhwah PKS terkait perkara Imamah, oleh sebab itu untuk ikhwah PKS yang menganggap perkara Imamah adalah furu yang memungkinkan terjadinya berbagai perbedaan pendapat, sedangkan Ukhuwwah adalah Ushul yang wajib atasnya kita komitmen didalamnya.

    marilah kita komitmen dengan satu kaidah “bekerjasama akan hal yang disepakati, dan bertoleransi terhadap hal yang tidak disepakati”
    Allahu ‘alam
    keep ukhuwwah… barokallahu fiikum

  27. Adibsaja berkata

    Astagfirullah…. Astagfirullah…. Astagfirullah….

  28. iblis berkata

    hahaaa….haaa…
    hiks….hikkkssss…..
    waaaakkkaaaaaakkkaaaaaaaaaakk….

    aku tidak akan puas menghasut kalian hai umat muhhammad…sampai kalian semua jatuh bergelimpangan dijalan perpecahan…

    hhhaaaaahhaaaa…hhiiiiikkssss…
    hikksss…….

  29. Deddy berkata

    Assalamu’alikum ya Akhy wa Ukhty, Afwan siapapun anda yang jelas ketika ber diskusi seharusnya lebih mengedepankan qur’an dan sunnah, namun ketika saya membaca dari awal hingga akhir tidak ada satu nash ataupun dalil yang anda ucapkan, bagaimana anda mengomentari sebuah firqoh jika hanya dilandasi kepada hawa nafsu dan rasa sakit hati wahai saudaraku, saudaraku apakah anda beranggapan tidak ada solusi yang dapat menyelesaikan sebuah permasalahan, perhatikan Para Ulama besar kita yang besar karena ilmu Almukarrom Syaikh Albana, Syaikh Nashirrudin Albani, Syaikh Taqiyudin, mereka tidak pernah memberikan ungkapan tanpa Dalil, Wahai Saudara ku Berjalanlah kita didalam sebuah sebuah tujuan yang senantiasa menggemakan dan ingin membumikan Syariat Islam di Dunia ini. Allohu Akbar Allohu Akbar,

    Terkadang Tsaqofah Keislaman kita yang masih rendah membuat kita saling mentahzir dengan kebrutalan kata kata yang malah menyakiti lawan, teman, saudara kita, semoga Alloh Swt memberikan Ilmu, dan ampunan Kepada kita ? AAAMMMMMIIIIIIN

    “Fainna asdakol Haditsi Kitabullah wa ghoiru hadyi hadyu Muhammad”

    Assalamu’alaikum Wr Wb

  30. heri berkata

    sesungguhnya orang yang berbicara tanpa dasar apalagi menyesatkan maka tunggulah di pembalasan

  31. Tie berkata

    mene ketehe………………

  32. Tie berkata

    hidup Syariat Islam………..!!!!!!!

  33. Tie berkata

    tutup postingnya tuhhhhhhhhhhhhhhhhh !!!! malu donggg!!! sesama Islam ko Perang!!! orang kafir melihat ini pasti senang!

  34. Hafshah berkata

    Semua perjuangan pasti wajib menanggung resiko, artinya jika kl dakwah kita lalui melalui jalan yang penuh dengan kenikmatan, maka perlu dipertanyakan “nyunnah nggak dakwah kita?
    Meningat perjuangan Rasul merupakan revolusi dasar perombakan seluruh semua segmentasi jahiliyah menuju nuur Islam. Yang penuh dengan pengorbanan harta, bahkan nyawa kita.
    Selamat berjuang ikhwan-2 sekalian….

    Wassalam

  35. taupik berkata

    nggak apa-apa…dan jangan malu sama orang kafir.. perbedaan pendapat dan peperangan tubuh umat Islam adalah hal lumrah, dan memang sudah tertulis dalam quran. Perselisihan itu menunjukkan eksistensi iblis yang memang benci dengan umat Islam. bagi saya kita boleh berbeda pendapat tapi jangan saling membenci dan memerangi, karena kebencian dan fitnah adalah bendera yang dikibarkan oleh iblis dan anteknya. apa yang penting ialah kita bersatu suara dan sikap terhadap mereka yang memusuhi Islam.

  36. firmansyah berkata

    Wuih, ada apa nih !?? koq, jadi garelut sih!!
    sudahlah ga usah rame saling gontok-gontokan gitu deh. kita khan satu akidah ya wis bergandengan sajalah.Konflik muncul terkait emosional dan kedewasaan (masalah psikologis) kita yang masih minim yang harus di tingkatkan alias kudu di asah biar tajam se-tajam silet.
    Jujur ana dulu pernah ikut halaqoh di HTI tp ga ada hal berarti di diri ana. ga ada yang nyemangatin untuk meningkatkan yaumiah kader dakwah,ga realistis, ana merasa waktu itu kerjanya hanya memprotes, dan menghujat pemerintah,mencela, membual tanpa memberi solusi, apalagi saat ini lagi banyak demo tentang BBM semua cari muka dengan menggelar demo.tapi ga ada yang secara realistis memberi jalan keluar yah minimal mentarbiyah para pejabat dengan menjadi da’i di parlemen.kita juga pengen syariat islam di tegakan tapi harus lihat kondisi dong menerapkan syariat tidak semudah yang kita ucapkan ibarat bikin kue ya musti di proses dulu musti ditarbiyah dulu mulai dari dasar hingga ke permukaan. Lihat ketika Rasulullah mendirikan khilafah awalnya dari mana yang pasti dari umat dulu-lah biar mereka siap dalam penerapan syariah tapi di barengi dakwah di wilayah permukaan juga (parlemen) karena mereka yang punya kebijakan.sudah 4 tahun ana ikut tarbiyah bareng pks alhamdulillah ruhiyah ini makin mantap dan amal2 sosial jadi ibadah seperti pel.kesehatan gratis,sembako murah,bantuan bencana,peduli palestina,menanggulangi buta aksara,memberdayakan warga,pokoke banyak banget deh.blog diatas jadikan saja sebagai pelajaran bahwa hakikatnya cuma ALLOH yang bisa menilai dan kita bergandengan dan saling bersinergi saja.yoooo wis Wassalam

  37. boy berkata

    PKS juga menyikut kok…..

  38. boy berkata

    mas Hafez…

    sudah banyak yang mengingatkan antum, blog antum ini jauh dari sifat ilmiah. Mengkajinya jadi “brutal” tidak dengan rendah hati. Apalagi tanpa moderasi ketat….

    Antum menambah musuh mas, bukan menambah kawan. Saya kasihan sama antum….

  39. sanak lampung berkata

    mas hafez..mas hafez.. tulisan kayak gini kok ya di publikasikan. sudah bukan tulisan sendiri, bikin kisruh pula. Mbok yao nerbitkan tulisan misalnya tentang membuka peluang kerjasama ekonomi antar harakah islamiyah, membangun sinergi antar geakan islam di indonsia atau apalah yang positif.

  40. Hafez berkata

    @ sunan
    terimakasih atas masukannya. ilmiah atau tidak itu hak anda untuk menilai. juga hak saya untuk menilai keilmiahan isi blog kami ini.

    @SL
    sudah diterbitkan, jauh sebelum tulisan ini ditampilkan. makanya, baca dulu semua isi blog ini baru kasih komen.. malu kan ketauan ga pernah baca tapi udah ngomong kayak udah baca 290 tulisan di blog ini. btw, anda sendiri sudah menulis apa?

  41. boy berkata

    dalam falsafah jawa ada istilah ‘nek seneng ojo seneng-seneg banget, yen sengit ojo sengit-sengit banget’……

  42. sanak lampung berkata

    >sudah diterbitkan, jauh sebelum tulisan ini ditampilkan.

    sara saya ya itu Mas,tulisan seperti di atas gak perlulah di tampilkan, apalagi sudah pernah di terbitkan sebelumnya.

    >baca dulu semua isi blog ini baru kasih komen.

    maaf mas, gak sempet.

    >malu kan ketauan ga pernah baca tapi udah ngomong kayak udah baca 290 tulisan di blog ini

    yang saya komentari cuma tulisan di atas kok mas. bukan semua isi blog ini, yang jelas belum saya baca semua.

    >btw, anda sendiri sudah menulis apa?

    jujur mas saya ini bukan penulis, jadi ya gak punya tulisan apa-apa. Pengen sih nulis, tapi belum bisa, paling baru bisa bikin judul-judulnya aja. Tapi tetap boleh kan kasih saran..? tp kalo gak boleh juga ga papa, saya sih lebih suka baca blog tetangga punyanya mas DOS

  43. Hafez berkata

    kalau sempat, tulislah beberapa buah pikir ilmiah karya asli anda jadi saya bisa belajar bagaimana menulis secara ilmiah dengan baik dan benar ;)

  44. juansyah berkata

    na sedih jk mlihat umt ini trus menerus sling menjelkan,bknkah kata syaik ulama salaf na lupa sp tp kyakny syaikh bin baz berkata umat islam tidak akan pernah berjaya/khilafah tidak akn tegak jk umt islam sling menjelekn.sudahlah,kita berdakwah karena Allah bkn krena hizb.bersatulah kalian.tolong kpd antum yng membuat ini segera minta maaf n dihapus.bkn saatny lg sling berpecah nmenhujat saatnya kita bersatu,na jujur sedikit mrah kpd ntum.

  45. juansyah berkata

    na mlihat gejala ashobiyah diantara umat smakin kronis.bkan golonganku kata rasul orng yng meyuarakan ashobiyah.ingtlah saudaraku kita berdakwah karena islam bkn karena pks,hti,salafi dll.tingalknlah kata2 hidup ukhwa,hidup tarbiyah,ganti dg kata hidup islam,islam jaya.bkankah agama qt adlah islam bkn trbiyah,hti salafi.mhon direnungkan

  46. taupik berkata

    untuk anda yang terkesan tidak setuju dengan tulisan yang ada dalam blog ini dengan alasan perpecahan dan sebagainya, cobalah untuk belajar bersabar dalam menyikapi segala sesuatu yang tidak searah dengan pemikiran dan pemahaman kita seperti sabar yang diajarkan nabi khidir kepada nabi musa. bahkan dalam Qur’an sendiri kita diminta bersikap seperti teman yang akrab kepada musuh yang kita benci, apalagi kepada sesama muslim yang juga mempertuhankan Allah dan mengakui karasulan Muhammad. umat Islam harus pandai mengatur dan menyeimbangkan antara emosi dan sikap.

  47. jauhari berkata

    ya..mungkin inilah yang bikin islam gak maju2….berantem terus di dalem…kalo mau ngasih masukan buat kelompok salafi…sebenarnya sampean-sampean tu dah bener2 yakin masuk surga 100%?ngomongnya jangan provokasi gitu tho…coba tunjukan wajah islam yang santun, elegan dan toleran, kalo ngasih masukan ya, yang ilmiah, sopan, elegan dan yang enak lah caranya….biar umat agama lain respek ama kita-kita orang islam…

  48. Perbedaan Rahmat berkata

    Ko bisa yah kalian bikin postingan akay gitu mang anda sudah masuk kesalah satu darinya yah….

  49. ikrarestart berkata

    apakah anda lebih benar dari mereka ?? barang siapa menghukumi suatu kaum apalagi dia adalah saudaranya sendiri maka dia bisa disebut apa ? sebenarnya apakah yang anda sebutkan itu benar-benar sesuai dengan kenyataannya dan bukan fitnah kalau itu fitnah maka berhati-hatilah akan azab allah karena setiap perbuatan sekecil apapun akan diperhitungkan wassalam

  50. Rifai berkata

    Memang begitulah dakwah, jalan yang dilalui bukanlah jalan lurus yang datar, ia adalah jalan yang MENDAKI DAN TERJAL.

    Kepada teman2 di salafy dan HT please deh nggak usah komentar yang bikin sakit hati kader PKS dan saudara2nya yang lain. Saya masih ingat betul bagaimana salafy lewat majalahnya membid’ahkan saudara2nya di PKS, dan ternyata HT juga setali tiga uang.

    Saya beruntung bisa ikut tarbiyah, di sini, di lingkungan tarbiyah saya nggak pernah mendengar ikhwan2 PKS menjelek2 kan organisasi lain atau harokah lain.

    jadi saudaraku di HT dan salafy (dan di organisasi/harokah lainnya), mari kita sama2 fastabiqul khoirat. Kalau kita lakukan itu insya allah ummat yang diuntungkan.

    yakinlah ikhwan di PKS adalah saudaramu juga, mereka tidak akan menyikut kalau tidak di sikut lebih dulu. Ada aksi pasti ada reaksi.
    Salam Ukhuwah

  51. om keadilan berkata

    HTI kan kemarin ngadain seminar “membangun poros Islam pada pemilu 2009″,pembicaranya adalah dari 3 partai Islam PPP, PKNU dan PBB, Kok PKS gak diundang ya?

  52. Budi Rahman berkata

    assalamu’alaikum wr,wb,
    mantap banar semua komentarnya…
    mengomentari “om keadilan” ia benar mas..kayaknya HT udah nggak mau bawa-bawa nama pks lagi tuh.. takut kali ya…moh ikut mengkapanyekan PKS kali.betul nggak mas…he..he…, wassalam

  53. sanak lawang berkata

    ya sudah dari jaman nenek moyang kita orang islam selalu gontok-gontokan, tiap sekte menganggap dirinya paling benar, dan cenderung menyalahkan sekte yg lain, agama sering kali digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan, hal inilah yang menyebapkan kita terpecah belah kedalam kepentingan2 politik yang tak berujung.

  54. supri berkata

    HTI kek, PKS kek, yang penting minumnya teh botol sosro, perbedaan pandangan tentang ajaran islam merupakan khasanah intelektual, yang penting islam kan?

  55. adri berkata

    Capek dehh…

    bagi yang punya blog ini saya mau bacakan hadits nabi ; KAFAA BIL MAR I KADZIBA ‘AN YUHADDITSA BIKULLI MAA SAMI’A (cukup orang itu dibilang pendusta bila mana dia mengatakan sesuatu dari apa saja yang ia dengar), artinya tanpa paham, masukin ajaaa… yang penting nih kelompok kelojotan….

    Sampai jumpa dipengadilan Allah.

  56. Jaisy01 berkata

    Ada artikel nih! Semoga tersadarkan saja :)

    http://suaranews.com/article-islam/apakah-benar-kader-hti-munafiq/

    Dan yang lain, disini :

    http://suara01.wordpress.com/2008/08/04/apakah-benar-kader-hti-munafiq/

  57. h4mzah berkata

    sikap kita tentang sesuatu harus benar-benar berlandaskan ilmu dan keikhlasan. mari kita kaji lagi ayat-ayat yang terkandung dalam surat al hujuraat.
    sebuah pernyataan biasanya tidak terlepas dari beberapa faktor yuang melatar belakangi pernyataan tsb.

  58. strovsky berkata

    salam utk semua

    kalau kita terus berdebat dgn menggunakan dalail ,maka tdk akan ada haibsnya…maka saya ambil jalan tengah yaitu logika(bukan berarti saya JIL lhoo…).jika kita membangun rumah,tentu saja kita membuat pondasinya dulu,membeli bahan2nya lalu membangunnya..jika saya luhat dalam dakwah tarbiyah terkandung makna bahwa mereka ingin menyatukan umat Islam dari hal terkecil dulu ibaratnya membangun pondasi..tetapi Di HT mereka dalam membangun rumah yaitu dgn membeli rumah yg tlh jadi,jadi? tentu saja sebuah kemustahilan jika ingin membangun rumah dari rumah yg telah jadi..saya juga ikut kajian di HTI namun saya bisa mengkomparasikan bagaimana metode dakwah mereka…contoh hal yg kecil adalah,,SEJAUH MANA SIH ANDIL TEMEN2 HTI PADA SODARA KITA DI POSO,PALESTINA,AMBON??FISIK?MATERI??kalau hanya demo, kita semua juga bisa,pak….OK?!!

  59. dondi jalil berkata

    Assalamualaikum Warahmatullah

    Numpang nyanyi Ebiet G. Ade donk,..

    “Inilah manusia,.. dengan segala macam warna hidupnya,.. ‘tuk mencapai bahagia,.. semua jalan ditempuhnya,..!!”

    Komentar saya:

    1. Saat manusia menempuh jalan,.. (manusia gudangnya salah,..!) kalau dia menempuh jalan dengan warna Allah,.. kepastianNya adalah bahwa Allah selalu membimbing dengan kasihNya, sayangNya, perlindunganNya,.. (Caranya adalah,.. shalat subuh kita ngak ketinggalan kereta,..meskipun kalo ketinggalan bisa disiasati dgn naik bis atau pesawat atau naik mobil pribadi… kemudian senatiasalah kita dalam akan melakukan ssesuatu diawali dengan ucapan ‘Auzubillahi minasy syaithan nir rajim,.. bismillahir rahmanir rahiim,..)
    Demikianlah warna yang Allah berikan lewat Rasulullah SAW
    2. Koreksi kembali definisi bahagia,.. (Doa sapu jagat yang diajari oleh orang tua kita itulah yang senantiasa kita senandungkan sebagai implementasi dari definisi bahagia)
    3. Ucapkan doa: ” Rabbighfirli,..waliwalidaya warramhuma kama rabbayani shaghira ” (mereka yang senantiasa berdoa demikian dicatat sebagai anak yang sholeh oleh malaikat,..bisa aja kita sudah jadi orang tua,..tapi apa ada jaminan bahwa anak kita berdoa seperti itu untuk kita,.. yang pasti kita adalah anak dari orang tua kita)
    4. Lakukan hal di atas,.. Insya Allah, Allah akan memberikan kita kenikmatan dan kita menikmatinya…

    Salah satu kenikmatan yang ada adalah kita mampu memahami lakon manusia-manusia yang ada, seperti lakon di atas !!

    Jadi pengen nyanyi lagi nich,..

    “Dunia ini panggung sandiwara,.. ceritanya mudah berubah,.. kisah mahabrata atau tragedi dari Yunani,..setiap kita dapat satu peranan,..”

  60. khansa berkata

    GA PENTING BANGET SIE KITA INI MENJELEK2AN SESAMA MUSLIM YANG JELAS2 MENGUSUNG TEGAKNYA HUKUM ALLAH DI DUNIA INI…..

    SAYA FIKIR KITA INI GENERASI INTELEKTUAL YANG BISA BERFIKIR SECARA MUSTANIR, TERNYATA GA JAUH BEDA DENGAN PEMIKIRAN DARWIN YANG DANGKAL….MALU BANGET…..

  61. amad syaif berkata

    assalamualaikum wr.wb
    saya pengunjung baru blog ini dan saya terbelalak sesudah baca artikel di atas,karena satu hal napa sih kok jelek2in harokatul ghoir? apakah sdh merasa paling benar?ato jangan2 malah mengadu domba antar harokah.yang pasti ada disini bukan akhlaqul mahmudah tapi sebaliknya,,,,karena bisa menimbulkan fitnah.tahukah anda
    bagaimana bahayanya fitnah,,,,dlm al-qur’an sdh sangat jelas dan tegas.klo boleh saranin sih alangkah baiknya klo kembali ke AL QUR’AN “dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan jangan saling tolong menolong dalam keburukan” dan dalam ayat lain “dan berpegang teguhlah kepada tali ALLOH/islam dan janganlah saling bercerai-berai”. menurut pengamatan saya apakah gak sebaiknya antara hti,pks,salafi dan yg berkepentingan dgn ini saling duduk bersama dan saling mengisi tuk menyatukan misi visi demi terwujudnya baldatun taybatun warobun ghofur dalam dunia ini,,,,,bukan malah sodok sana sodok sini.ok trimaksih,,,,
    wassalamualaikum wr.wb

  62. david wijaya berkata

    waduuu…uuuhh
    berantem mulu sih?!
    damai dong…
    jangan sampe umat ini pecah2 gara2 hal ini. saya dulu sempat “disemprot” teman2 salafy gara2 waktu shalat telunjuk saya nggak gerak2 pas tahiyyat (padahal kan waktu itu hapal do’a shalat aja belum, maklum baru muslim, tapi tetap aja saya “dibantai” walaupun saya udah bilang muallaf, nggak ada alasan katanya).

    sempat juga “diserang” teman2 HTI gara2 sempat promosikan PKS ke teman2 (padahal waktu itu saya cuma liat kalo PKS itu bagus, mana tau ada taqiyyudin an nabhani rahimahullah yang ngeharamin demokrasi dll)

    pendek kata, saya punya cukup alasan untuk sedikit sakit hati sama keduanya, tapi ternyata teman2 di PKS selalu bilang kalo kita musti sabar, siapa tau keduanya (HTI,salafy) bermaksud baik. itu yang selalu dikatakan.

    akhirnya, saya emang coba meredam sakit hati ini. dan sekarang saya mengajak saudara2 semua untuk saling introspeksi, saling menghargai satu sama lain. saya emang cuma muslim baru, tapi kita sesama muslim itu sodara kan? dan sodara saling peduli. jangan lengah terhadap propaganda musuh2 Allah SWT.

  63. Hafez berkata

    @ 55

    terimakasih atas peringatannya. itu sebabnya saya selalu sertakan sumber tulisan yang saya tampilkan di blog kami ini, supaya kalau ada yang mau bilang “pendusta” silahkan arahkan telunjuk anda ke arah lain.

    terimakasih

  64. dira berkata

    kalo kritik mengkritik didunia maya mah wajar ya… sampe hujat menghujat juga gak ada yg ngelarang.. saling kritis antar jamaah juga anggap aja biasa….

    ada blog baru….
    mantanht.wordpress.com

  65. Muhammad berkata

    Alhamdulillah saya muslim yang ISLAM,
    bukan PKS, PAN, PKB, PPP, HTI, ato ormas ormas isalm lain yang
    sukanya mengadili saudaranya sendiri….
    Agamaku al Quran dan al Hadist bukan Gusdur, amien, hamzah has apalagi Yusril ihza…wong jalian kalian hanya manusia bukan tuhan..

    sama sama keneraka aja kok saling menghujat….
    hayuuuh pada berdamai…

  66. Mari ber Islam tanpa membuat kelompok kelompok baru yang menimbulkan pertentangan.

    Ingat jama’ah itu hanya satu, bukan berbilang seperti sekarang.

    Diriwayatkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman bahwa Nabi bersabda :
    Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya.
    Aku (Hudzaifah) bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua kelompok kelompok, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”.

    (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)

    InsyaAllah di http://mantanht.wordpress.com terdapat pembahasan menarik seputar HT,

    Semoga berguna bagi para syabab ataupun daris HT atau bahkan untuk kaum muslimin seluruhnya,

    Ingat, HT tidak mungkin selalu benar, karena orang yang selalu benar sudah wafat meninggalkan kita dan jasadnya terbaring di Madinah.

  67. Muhammadsurya berkata

    mas-mas, Anda itu merasa di sakiti oleh Muhammadiyah dan NU, ternyata Anda juga sama menyakiti saudara kita di HTI, lalu Apa bedanya Anda dengan orang-orang yang selalu merasa benar dan menyalahkan yang lain?
    sama saja, ternyata. mengagungkan golongan sendiri dan merasa disakiti kalau ada yang mengkritik, tapi seneng menyalahkan golongan lain. ternyata Anda asyobiyah juga. kapan Islam akan maju kalau kader2nya ashobiyah kaya Anda?
    dengan memuat tulisan diatas di blog Anda tanpa ada komentar, berarti Anda setuju dengan isi tulisan tersebut sehingga memuatnya di blog.

    kalau Anda menganggap ada yang salah dengan HTI, please berdiskusi dengan orang HTI, kritik mereka didepan mukanya, atau kunjungi situsnya atau milisnya, dan keluarkan unek-unek disana. bukan menyebarluaskannya di publik, ga ada gunanya hanya membuat perpecahan umat ini tambah parah.
    kalau tulisan itu benar, syukur, tapi kalau salah gimana? Anda menanggung dosa fitnah terhadap saudara sendiri karena ikut andil dalam menyebarluaskan fitnah.

    Saya dulu kader PKS, tapi akhirnya keluar, tidak cocok. saya lebih nyaman ada di organisasi murni dakwah.
    saya ga suka orang2 yang terlalu ashobiyah atau menganggap diri paling benar yang lain salah, dimana pun orang itu berada, baik di PKS muhammadiyah, HTI, atau NU.

  68. Martir berkata

    hati itupun padam dimakan rakusnya si congkak Ashabiyah, maka matilah nurani perjuangan. tertawalah bagi mu wahai orang yang merasa menang, karena Allah lebih tau apakah kau pejuang atau pecundang.

  69. solihan berkata

    wah wah …
    afwan, baru gabung.
    menyebarkan fitnah itu tidak baik, banyak sekali dasar hukumnya (antum lebih tau)

    coba kita lebih dewasa, jangan saling menyalahkan.
    semua punya peranan, jika pks masuk dalam parlemen sedangkan ht lebih memilih berada diluar.
    seandainya bisa akur dan bekerjasama, maka insya Allah islam akan menjadi rahmat sekalian alam.

    penting juga, jangan pakai emosi dalam menggapi sesuai.

    semoga Allah meridhoi Amal Ibadah kita. amin…

  70. pengelolakomaht berkata

    Simak diskusi antara Hizbut Tahrir dan mantan Hizbut Tahrir, tentang Hizbut Tahrir dan da’wah khilafahnya di :

    httP://mantanht.wordpress.com

    Semoga menambah wawasan kita bersama.

  71. pejuang syari'ah berkata

    ana setuju dengan mas Deddy, memang benar kayaknya kita yang selalu bertengkar ini karena ilmu/tsaqofah keislaman kita yang masih rendah!!!!

    Jazakumulloh khoiron katsiron mas Deddy antum dah ngingatin kita-kita !!!

  72. siddieq berkata

    o iya buat HTI kemarin kok demo nyuruh2 pemerintah kirim TNI untuk berperang di bumi Palestina melawan Israel, knapa kok tidak kalian sendiri saja berjihad kesana, apa tindakan real yg sudah dilakukan oleh kalian, bisanya kok cuma nyuruh2…sapa aja bisa mas.katanya demokrasi itu haram, kok kalian masih butuh pemerintah Indonesia (yg notabene adl hasil pemilihan demokratis)

  73. Moona berkata

    Assalaamualaikum Ya Akhi Ya Ukhti…
    Dari pada sikut sana sikut sini, saling fitnah memfitnah antar muslim ( Allah bilang fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan lho…), mbok ya saling memaafkan dan perkuat ukhuwah islamiyah (bukan dalam halaqoh aja). Sering2 ucapkan salam ketika bertemu muslim dimana aja karena sering saya bertemu muslim dan muslimah (terutama yang pakai jilbab lebar sampai yang cadaran,ntah itu HT, PKS atau yang lainnya) jarang sekali mengucapkan salam ke saudara muslimnya yang lain walaupun cuman pakai kerudung kecil. Saya kira mereka dah banyak tau ajaran islam tapi kok untuk melakukan ajaran islam yang mendasar seperti itu kok susah sekali ya? Gimana muslim bisa bersatu kalau mengucapkan salam aja masih tebang pilih (bukan hanya sesama halaqoh aja atau yang sudah dikenal). Kalau kita sering-sering mengucapkan salam kan bisa memperkuat persaudaraan islam tanpa memandang kelompok. Setuju nggak?

  74. ustadzklimat berkata

    Yth. Ikhwan sekalian. Marilah kita sekalian muhasabah diri kita sendiri. Ingatlah akan amal-amal kita hari ini sebelum tidur. Jika anda merasakan telah berbuat baik ucaplah hamdalah. Bila teringat dosa-dosa yang kita lakukan hendaklah mohon ampun dan bertaubat. Janganlah menjelekkan kelompok lain yang memperjuangkan Islam. Dosa kepada manusia harus minta maaf kepada orang yang kita zalimi, selain bertobat kepada Allah. Kemana anda minta maaf pada orang yang jauh yang telah kita jelek-jelekkan? Melainkan itu akan menjadi tanggungan dosa kita. Janganlah kita menjadi orang yang ghurur, tertipu dengan diri sendiri. Merasa diri sebagai orang paling terbaik, dan menganggap remeh orang lain. Perbuatan menghinakan orang atau kelompok tertentu adalah sama halnya perbuatan takabbur IBLIS. Takabbur adalah merupakan syirik khafi di dalam hati manusia. Itulah yang membuat IBLIS terlempar dari Syurga. Anda sebagai seorang kader yang tertarbiyah hendaklah bersikap baik. Janganlah menjadi orang yang ta’ashshub kepada Jama’ahnya. Bukankan anda pernah membaca 10 wasiat Hassan Al Banna? 4. Janganlah memperbanyak perdebatan dalam urusan apapun, sebab pertentangan tak mendatangkan kebaikan. 8. Jangan menggunjing orang lain, jangan menghina lembaga-lembaga Islam dan jangan membicarakannya kecuali yang baik-baik.
    Hadits riwayat Bukhari dan Muslim Rahimahumallah,dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu dia berkata, saya mendengar Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,”Sesungguhnya Allah tak akan mencabut ilmu setelah Dia memberikannya kepada manusia, dengan mencabutnya sekaligus. Tetapi, Dia mencabutnya dari mereka dengan cara mematikan para ulama dengan berikut ilmu mereka. Maka tinggallah orang-orang bodoh. Mereka dimintai pendapat, maka mereka sesat dan menyesatkan.” Dalam riwayat lain: “Sehingga manakala sudah tak tersisa seorang alim pun, orang-orang pun mengangkat para pemimpin yang bodoh. orang-orang itu bertanya, maka mereka memberi fatwa tanpa Ilmu. Demikian mereka sesat dan menyesatkan.” Na’udzubillahi min dzalik. Pelajari agama Islam, jangan menghinakan kelompok dakwah lain.

  75. akodews berkata

    Segala permasalahan harus dirunut berdasarkan nash,sejarah dan kita harus percaya bahwa ulama2 mutakodimin atau muaakhirin adalah orang2 pewaris nabi..kita ikuti aja ajaran mereka tanpa harus mengikuti yang membuat umat bingung sperti HT ini. bukankah ALLAH SWT memberikan kemudahan dalam kehidupan ber islam..ngapain pusing2 ikut HT.YAng pentingibadah dan tata cara ibadah dulu aja yang benar, perbaiki diri dengan tauhid yang benar kepada ALLAH SWT dan Rosulnya,.

  76. munir berkata

    inilah perbedaan diantara kita umat muslim, mudah-mudahan menjadi berkah dan tidak menjadi mudharat.

  77. heli berkata

    Selama saya mengkaji kitab-kitab HT selama itu saya belum menemukan penyimpangan yang mendasar,jika memang menurut mereka HT ada penyimpangan itu karena mereka menyamakan apa yang mereka pelajari di Kitab-kitab mereka, apakah pemikiran kita harus sama? pemikiran yang digali oleh pendiri HT apa yang ada di Al Quran dan Assunah tidak diluar itu,,,,,selama ini memang ada kelompok lain yang membenci dakwah HT,,,,sampai-sampai mengatakan HT itu sesatlah yang lainlah

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>