Sektarianisme inilah yang menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila kelompok teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk menumpasnya, tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai politik sehingga lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut PKS.
Selasa, 11/9/07, saya menghadiri ceramah Taufik Kiemas, suami mantan Presiden Megawati, dalam acara seminar yang diadakan RSIS (Rajaratman School of International Studies) tempat saya kuliah. Seminar merupakan bagian dari mata kuliah yang wajib saya ikuti. Taufik Kiemas datang atas undangan Indonesian Center RSIS yang dipimpin oleh Prof. Dr. Leonard Sebastian (Indonesianis Singapura). Tampak hadir menyertai Taufik para petinggi PDIP, di antaranya Pramono Anung, Sutradara Ginting, Puan Maharani dan beberapa yang tidak saya kenal.
Dalam kesempatan itu Taufik memaparkan dua hal pokok. Pertama, soal perkembangan PDIP dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Kedua soal terorisme dan sektarianisme di Indonesia. Pada poin pertama Taufik, dengan bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh seorang translator, memaparkan tentang cita-cita PDIP untuk membangun Indonesia sebagai rumah besar nasionalisme yang bertujuan mempertahankan Pancasila, NKRI dan mewujudkan pluralisme. “Mustahil nasionalisme tanpa pluraslisme,” tukas Taufik.
Untuk mewujudkan rumah besar itu, PDIP harus bekerjasama dengan pihak eksternal. Dalam hal ini ia menyebut Golkar untuk dalam negeri dan Amerika Serikat yang dianggap memiliki kemampuan campur tangan terhadap negara lain. “Saya tidak butuh orang-orang golkar. Yang saya butuhkan adalah Partai Golkar yang berhaluan pluralis,” ujar Taufik. Sikap itu juga disampaikan saat Taufik dan kawan-kawan berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Menurut Taufik, saat di AS ia menegaskan kembali tentang sikap PDIP sebagai partai oposisi di Indonesia dan sebagai partai nasionalisme yang menjunjung tinggi pluralisme.
Saat membahas bagian kedua dari ceramahnya tentang pluralisme dan terorisme di Indonesia, ia menyebutkan bahwa nasionalisme/pluralisme di Indonesia sedang menghadapi apa yang ia sebut sektarianisme. Sektarianisme inilah yang menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila kelompok teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk menumpasnya, tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai politik sehingga lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut PKS.
Lebih lanjut ia menjelaskan, karena itulah mengapa kelompok nasionalis yang memperjuangan pluralisme di Indonesia bersatu melawan PKS dalam Pilkada di DKI Jakarta. Karena hanya dengan bersatu padu itulah mereka dapat mengalahkan PKS di sejumlah daerah. “Tampaknya melihat kaum pluralis bersatu mereka takut juga,” tandas Taufik.
Ia juga sempat menyitir pidato Pak Hidayat Nur Wahid, yang saya tidak tahu dimana, bahwa Pak Dayat berbicara tentang nasionalisme dan pluralisme, seolah-olah ia lebih nasionalis dari orang nasionalis sendiri.
Terus terang, mendengar paparan Taufik itu dada saya langsung bergemuruh. Tadinya tidak ada niat saya untuk bertanya. Saya datang hanya untuk menggugurkan kewajiban kuliah saja. Dan kita juga sama-sama tahulah kualitas Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil. Di samping, kedatangan saya juga untuk menjaga hubungan baik saya dengan Andi Widjajanto (anak Theo Syafei yang sedang mengambil Phd. Di Singapura) teman sekelas saya di satu mata kuliah. Saya juga tahu Andi kini menjadi salah satu advicer penting di PDIP terkait persoalan militer.
Pada saat masuk sesi tanya jawab, reflek saya angkat tangan. Saya katakan, sebelum masuk ke pertanyaan saya ingin menanggapi dulu apa yang disampaikan Taufik tentang PKS. Saya perlu meluruskan masalah ini ke audience karena yang hadir adalah para mahasiswa RSIS dari berbagai negara. Apa jadinya jika mereka beranggapan bahwa setiap muslim harus dicurigai sebagai teroris sebagaimana yang disampaikan Taufik. Lebih berbahaya kalau mereka beranggapan PKS adalah supporter teroris di Indonesia.
Dengan sedikit emosi saya katakan, PKS adalah a small party in Indoensia, only 7 percent. PKS dibentuk oleh para generasi muda Indonesia yang mecoba mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Indonesia. Mereka bercita-cita ingin membangun apa yang mereka sebut “The New Indoensia”/ Indonesia Baru. Dan perlu dicatat, mereka adalah lulusan universitas secular di Indonesia, seperti UI, UGM, ITB dan IPB.
Lalu saya jelaskan, tampaknya cita-cita mereka ini ditangkap oleh sebagain masyarakat Indonesia berpendidikan dan menginginkan perubahan. Karena itu terbukti, PKS unggul di Jakarta. Di sini saya memberi penekanan: “Jakarta adalah tolok ukur politik di Indonesia. Jika Anda ingin mengatahui the real politics in Indonesia dan proses demokratisasi di Indonesia, look at Jakarta!” Sebab jika Anda melihat Indonesia secara keseluruhan, maka sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia berpendidikan rendah yang mudah dibohongi oleh para elit partai.
Setelah itu barulah saya masuk ke pertanyaan sederhana: Apa konsep PDIP untuk membangun Indonesia. Pertanyaan itu tak dijawab secara baik oleh Taufik, karena mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara hadirin. Setelah tahu saya orang PKS pernyataannya menjadi melunak, ia katakan syukurlah kalo ternyata PKS sudah berubah.
Alhamdulillah, tampaknya hadirin mendapatkan informasi lain tentang PKS, hal itu terlihat dari pertanyaan2 yang terlontar, baik dari orang Indonesia sendiri, Singaporean, Malaysian, semua tampak bernada positif terhadap PKS. Beberapa kawan dari Indonesia dan beberapa negara menghampiri saya mengomentari penjelasan singkat saya itu.
Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap angin lalu. Boleh jadi inilah gambaran sikap PDIP sendiri dan sikap partai-partai lain secara umum terhadap PKS. Sikap ini tampaknya akan melatari kebijakan partai untuk menghadapi Pemilu 2009. Isu terorisme, sektarianisme adalah isu usang namun efektif untuk menjatuhkan citra partai Islam. Sebagaimana tudingan militer secular Turki yang menuding Justice Party di Turki memiliki hidden agenda islamisme.
Wallahu a’lam
SUHUD ALYNUDIN
50 Nanyang Crescent Graduate Hall #03-18 Singapore 637598
Phone: +65-81716441
Filed under: Kajian Ditandai: | Partai Islam, PDIP, pks, Sekuler, Singapura, Taufik Kiemas, Teroris
Ia menyebut PKS Teroris karena ia merasa terteror oleh perkembangan pesat PKS.
ngajakin perang apa emang kuper sih si kiemas ini…
Kalo saya lihat, Pak Kemas tuh kok sukanya njelekin lawan politiknya yawh…
Alhamdulillah ada yg bisa ngebantah pernyataan Taufik Kiemas itu.
Ceramah sesumbar ini memperlihatkan promosi yang terburuk untuk sebuah partai besar juga memperlihatkan ketakutan akan kebangkitan Islam (Islam Phobi). Indonesia……!!! Jangan mau di Bodohii !!!
” alaaaaaaah Jangan terlalu dianggap laah ocehan taufik kiemas, diakan bukan ketua parpol, tapi ketua ISTI ( Ikatan Suami Takut Istri )…hehehe”
Bukan ISTI, tetapi ISNSI (Ikatan Suami Ngalah Sama Istri)
padahal kebanyakan pengikutnya tu preman2 pengangguran… apa sih yang bisa diandalkan oleh mereka..? premanisme..?
KADER PKS TIDAK PERLU BERSEDIH INGAT POHON PISANG TIAP HARI DILEMPARI KOTORAN TAPI BUAHNYA TETAP ENAK DAN DIMINATI, LABA-LABA SEKUAT APAPUN BADAI NAMUN TETAP SABAR DAN TABAH, EKSIS SELALU
Good Job Brother, May Allah Swt reward you.
Taufik Kiemas yang ngomong???? Anggap angin lalu, g berbobot!!! G ada bukti!!!
numpang tanya, taufik kiemas? siapa tuh????!!!!
Hidup taufiq kiemas.. kita angkat aja jadi ketua ISTI (Ikata Suami Takut Istri)
mau tahu apa yang telah dilakukan PKS,
1. memperjuangkan UU Pornografi (isinya syariah)
2. mendukung kenaikan BBM 180% yang disetujui pemerintah dan bikin semua harga naik
jadi PKS harus bertanggung jawab atas kemelaratan yang telah terjadi di INdonesia,
3, harga beras yang melambung dan komoditi pertanian lainnya krn mentrinya dari PKS, bpk Anton Apriliantono
4 dukungan terhadap RUU Labelisasi halal, RUU keuangan Syariah, padahal negara INdonesia memiliki Pancasila yang mengakomodir kemajemukan, dan bukan negara agama
kok bisa ? jujur dong katanya bersih lihat saja anggota DPR PKS, semua borjuis dan mentereng , darimana hartanya ?
maaf ya saya juga muslim tapi Pancasilais,
Duihhh kaciannn. Yang sederhana saja dibilang borjuis.
Duh saudaraku…sebegitu melaratkah engkau. Pinta zakat dong, ada hakmu disana.
kalau anda tanya pendapat PKS, anda salah masuk. blog ini tidak berhubungan dengan PKS di tingkat struktur manapun. silahkan lihat halaman about.
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi umatnya. anda mengaku muslim tapi tidak percaya islam adalah rahmat bagi seluruh alam kan? karena kalau anda percaya, maka anda akan mendukung hal-hal yang anda sebutkan diatas.
mari kita berfikir yang jernih saja
gak usah neko-neko.
akan ketahuan siapa yg benar. berpihak kerakyat
@nuraini
ngomong2 anggota dpr pks yg borjuis yg mana,sejauh yg aku liat di tv,mereka justru yg paling sederhana lho, anda beneran pernah liat nggak,sebutin nama dong
hari gini pancasila?
tau nggak kalo pancasila cuma mengakomodir Islam,nasrani(protestan,katolik),hindu,dan budha. jadi kaya yahudi,majusi,ahmadiyah,kejawen,spiritualis,dll tdk diakui yang berarti sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan yang mungkin anda ikuti
kalo pks Insya Allaah memang bernafaskan Islam jadi tidak terlalu peduli melanggar pancasila atau tidak. berarti konsisten kan
masih mengagungkan pancasila?
sori
salah posting
he he he
taufik kiemas itu preman palembang,,, nama aja taufik tapi jiwanya abu jahal…
terimakasih untuk anda yang membela pks atas nama Islam dan kebenaran.
untuk mbak Nuraini,,jangan ngaku muslim kalau alergi dengan hukum islam. bilang aja terus terang saya islam cuma di ktp.
ngomong-ngomong, anggota DPR dari partai lain lebih gila lagi borjuis dan menterengnya kalau nggak percaya dateng aja ke senayan.
Merdeka !!!
Lanjutkan Perjuangan Pemilu 2009,Agar Bu Mega Menjadi Presiden RI Periode 2009-2014,Saya Kader PDI PERJUANGAN Kota Tangerang Siap Mendukung Ketua Umum PDI PERJUANGAN Menjadi Presiden,Dan Saya Berangkat Asalnya Dari JL. Sabang (banteng sabang Th.1987-Ketua Kombes PDI Kel.Kebon Sirih) Dan Saya Pernah Bekerja Di STAND EMPEK-EMPEK PALEMBANG Milik Keluarga Bapak Taufik Kiemas. JAKARTA FAIR MONAS.
maaf y..
sy seorang muslim tp mungkin belum sebaik ataupun setaat anda2 dalam menjalankan agama islam.menurut sy sebagai sesama muslim tidaklah kita terlalu bertengkar, lebih baik kita bekerja dibidang kita masing2 demi perbaikan masyarakt dan negara kita. saya aktif di PDIP tetapi sy juga seorang muslim. Bagi sy, sy menghargai Pancasila karena dia buah pemikiran seorang founding Father. PDIP memang banyak premannya tp bagaimana kita akan memperbaiki kondisi tsb klo kt tidak berupaya memperbaikinya….
Selamat bekerja keras mas. Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.
Setiap muslim bersaudara dan berkewajiban untuk saling menasehati. Mohon tidak mengkotak-kotakan Muslim hanya karena perbedaan partai. Partai hanyalah sebuah sarana bukan tujuan.
Tujuan sejati seorang Muslim adalah Allah SWT.
Semoga karya anda memberikan contoh yang baik disana…dan juga untuk Islam.
LSI: Selebriti Ungguli Politisi (17 Okt. 2008)
Bila Maju sebagai Caleg di Pemilu 2009; Survei Dilakukan di 33 Provinsi; Eko Patrio Kalahkan Muhaimin cs; Agung Laksono Masih Teratas; Pengamat: Lampu Kuning bagi Politisi
Jakarta (Tribun). Lembaga Survei Indonesia (LSI) melansir hasil survei popularitas calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR RI untuk Pemilu 2009 di Jakarta, Kamis (16/10).
Hasilnya, bila ada 10 nama caleg dari politisi dan 10 caleg dari kalangan selebriti dipertemukan, maka kalangan artis, termasuk, akan mengalahkan para politisi tersebut.
“Survei dilakukan pada 8-20 September lalu dengan jumlah responden 1.249 di 33 provinsi. Responden berusia 17 tahun ke atas,” papar peneliti LSI Dodi Ambardi saat menggelar jumpa pers di kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Survei dilakukan dengan metode wawancara, dengan sample error tiga persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari hasil survei dengan pertanyaan utama, bila pemilihan caleg hari ini, siapa yang akan Anda pilih, pelawak Eko Patrio meraih 5,6 persen suara, jauh mengungguli politisi PKB Muhaimin Iskandar (2,9 persen), politisi PDIP Pramono Anung (2,5 persen), politisi PKS Tifatul Sembiring (1,5 persen), serta dua politisi Golkar, Priyo Budi Santoso (0,2 persen) dan Ferry Mursyidan Baldan yang berada di urutan terbawah dengan perolehan 0,1 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, pengamat komunikasi politik, Effendy Ghazali PhD mengku agar terkejut. “Hasil survei ini sebagai lampu kuning bagi para politisi agar mereka memacu diri lagi,” kata Effendy.
Hasil Survei
Nama Ketua DPR RI Agung Laksono memang masih duduk di urutan pertama dari 20 nama dengan 18,5 persen.
Namun untuk posisi kedua, ketiga, keempat dan kelima semua diduduki kalangan selebriti. Eko Patrio berada di urutan kedua setelah Agung (lihat, Artis Lebih Unggul).
Disusul Marissa Haque di urutan ketiga (5,2 persen), Adjie Massaid pada urutan keempat (4,5 persen), dan Ikang Fawzi pada urutan kelima (3,4 persen).
Sedangkan nama caleg lainnya yang dimasukkan dalam lembaran survei adalah Angelina Sondakh (2,4 persen), Dedi Gumelar alias Miing (2,3 persen), Nurul Arifin (2,2 persen), Anas Urbaningrum (1,9 persen), Lukman Saifuddin (1 persen), MS Kaban (1 persen), Zulkifli Hasan (0,6 persen), Wanda Hamidah (0,5 persen), Wulan Guritno (0,3 persen), dan pada urutan terbawah Venna Melinda (0,1 persen), yang sama perolehannya dengan Ferry.
Adjie dan Angelina juga masih tercatat sebagai legislator pada periode sekarang. Keduanya mewakili Partai Demokrat.
Sedangkan Marissa sebelumnya pernah duduk di DPR mewakili PDIP namun di-recall saat mengikuti Pilkada Banten. Saat ini, Marissa kembali maju sebagai caleg mewakili PPP di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat.
Sementara Nurul Arifin aktif di Golkar dan namanya kembali diusung sebagai caleg untuk pemilu mendatang. Demikian pula dengan Wanda Hamidah yang sudah lama aktif di PAN.
Wajar
Menurut Effendy, banyaknya artis yang terjun ke politik adalah suatu hal yang wajar. Demikian pula bila nama mereka leboh populer karena mereka sebelum jadi caleg sudah dikenal melalui media.
Namun dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini mengingatkan agar artis jangan terlalu memaksakan diri terjun ke politik tanpa ada bekal kompetensi.
“Kalau talentanya penyanyi, main film, atau sinetron, jangan dipaksakan karena bukti sudah banyak artis yang menjadi anggota dewan tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya tanpa menyebut siapa artis yang dia maksud.
Sumber: http://www.tribun-timur.com/view.php?id=102286
[B]null[/B]
waah saya sudah berpikir ke arah PKS memang partai islam yang tidak menginginkan pluralisme. sebaiknya disosialisasikan agar masyarakat tidak hanya dari isu dan asumsi sj
salam
Sebetulnya saya juga bukan penggemar PKS, tapi sikap Kiemas sbg wajah PDIP keterlaluan… Bolehlah ttak setuju dgn konsep2 politik, toh ini negara bebas. Tapi menghujat n menghina partai lain didepan forum internasional itu keterlaluan. Memangnya dia tak pernah diajari etika ya?
waduuuh Kiemassss!!!! Dia agamanya apa siih?? Islam KTP yaaah?? laki-bini sama aja!!! agamanya gak jelas!!! Kl dia ngejelek2in partai lain no problem, tp kl dah bawa2 PKS dan nyindir2 Islam adalah teroris, sama aja dia musang berbulu domba!!! hati2 sm org kyk bgni!!
Perkembangan PKS memang pesat,seperti fenomena SAy No To Megawati” – seandainya bisa dijegal seperti SNo To Megawati yg sebelumnya hampir 100ribu suporter pasti sudah di lakukan meski memakai cara2 yg tidak elegan.
NB: saya bukan pendukung PKS looh, tapi saya Say No To Megawati!!!
ga istrinya, ga suaminya… sukanya koq menjatuhkan lawan politiknya… brsaing secara sehat dong… ga perlu menjelek-jelekan, menghujat pihak lain… apalagi klo ga disertai bukti n data2 yg valid….
bisa2 mengarah ke fitnah tuh….
SEMUA BAIK.
BAIK MENURUT UKURANNYA SENDIRI.
TAPI AKAN DILIHAT TIDAK BAIK.
JIKA MENGUKUR DIRINYA DENGAN MENUNJUKKAN KEJELEKAN YANG LAIN.
nuraini
Anda seorang muslim tentunya harus tau, dimanapun juga tidak ada yg lebih tinggi dari hukumnya ALLAH.jika hukum keuangan syariah,dan UU pornografi menurut Anda tidak pantas dilaksanakan, berarti Anda diluar dari hukum2nya Allah SWT, dan Anda menganggap pancasila lebih tinggi dari hukum ALLAH,dan itu sudah merupakan syirik, bertobatlah wahai saudaraku.
saya pernah bertemu dgn Bapak Hidayat Nur Wahid, beliau santun orangnya
Partai Demokrat menang di Jakarta,… Jakarta Barometer Indonesia…, kachiann de loe…, yg ngaku22 pemenang di jakrta
megawati sukarno putri pernah berkata pada saat musim kampanye tahun 1999.”ini partai yang akan menyaingi pdip di kemudian hari”. waktu itu do’i sedang melihat partai keadilan sedang kampanye.pernah di kutip tabloid, gue lupa namanya.2014 kita fight….!!!
dalam pemerintahan jangan dibawa masalah agama manapun, karena tak satupun kita dapat memilih agama tertentu ketika anda belajar tentang agama. agama yang anda anut adalah agama warisan orangtua..jadi agama tak bole berpolitik agama.
hei…. andalah orang yang nantinya kalau jadi pejabat negara, pasti suka berbuat semaunya….. agama tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan….. kalaupun ada yang salah…bukan agamanya… tetapi mental orang seperti anda yang salah…..
saya sependapat dengan hery.tidak ada istilah nasionalis-religius. yang demokrat, republik, buruh, dll
Kalau ada kritik, lihat dulu datangnya dari mana. Kalau sudah tahu kapasitas pengkritik boleh kita lihat isi kritiknya, kalau match bisa kita masukkan kedalam hati, jadikan sebagai alat introspeksi untuk menjadi lebih baik. hehehe..kalau kritiknya keluar dari sumber yg tidak kredibel dan isinyapun tidak punya integritas..yaa..cuek ajah..gitu aja kok repot (kalau yg ini istilahnya Gus Dur)
Hmm … kalau saya sih … nggak percaya PDI-P itu mau membela kepentingan rakyat … Buktinya … Taufik Kiemas adalah anggota DPR yang mungkin paling rajin bolosnya dalam sidang-sidang di DPR … tapi tetap dijadikan sebagai caleg utama PDI-P … Bukankah dia digaji sebagai anggota sebagai wakil rakyat … ? … Kenapa suka bolos … ??? …
… Trus Megawati … apa yang dilakukannya selain mengkritik pemerintahan sekarang … Apa dia nggak sadar kalau kekalahannya di PEMILU 2004 sudah cukup merupakan bukti kalau rakyat tidak puas dengan kepemimpinannya dulu … ???
Begitulah kira2 komentar dari seorang yang tidak suka dengan islam, jadi kelihatan deh sikap2 kader kader partai Nasionalis terhadap partai yang berasas Islam, kaum muslimin gk perlu heran.
KOK bisanya elit POLITIK saling menjelekkan????????????huffffffffff
Ass . Wr. Wb.
Bisa saudara-saudari bayangkan bagaimana dengan nasib bangsa Indonesia q,
saat ini beliau yang seperti itu malah memimpin majelis tertinggi Indonesia?
Believed it or not?, or unbelievable?…
siapa sih taufik kiemas,,,dia bukan siapa-siapa kalo bukan karena suami megawati,,, dia dan antek-anteknya yang memecah PDIP dan menjadi ulat yang menggerogoti PDIP,,,
@Nuraini:
Nama anda indah, Semoga Allah memberikan cahaya islam ke dalam hati anda melalui mata anda…
Mmg knp dg UU
berdasarkan syariah Islam?? Seorang wanita seharusnya mendukung UU anti pornografi, krn merasa ada yg melindungi, krn ujung2nya kl pornografi bebas di negara ini, kaum wanitalah yang rugi.
Ayo, pelajari Islam secara kaffah… Jangan melihat dr sisi yang salah, Sayang..
Taufik Kiemas kok didengar,badan saja gede otaknya nol…kebetulan saja dia suaminya Megawati,orang agak segan sama dia.Diberbagai kesempatan orang ini ngomong asal jeplak saja.Sekarang jadi ketua MPR supaya aksi premannya menurun saja kok itu.
Ternyata terbukti pernyataan Pak Taufik aklau PKS itu ternyata Sarang Terroris. Dari hasil pemberantasan terroris akhir-akhir ini ter-indentifikasi beberapa pentolan jaringan terroris di Indonesia berasal dari anggota PKS. WASPADALAH terhadap PKS !!!
Saya nggak suka dengan TK dan PDIP. Tapi saya salah satu orang Islam yang mendukung prinsip almarhum Dr Nurcholish Majid: Islam Yes, Partai Islam No. Pertama, karena Indonesia mayoritas penduduknya Islam, bukan berarti kita boleh semena-mena membuat peraturan berdasarkan Islam dan memaksakan kehendak. Jangan kagetlah kalau minoritas jadi gerah dan lama-lama pingin pisah. Makin lama makin eksklusif. Kedua, nggak semua orang Islam setuju dengan pandangan partai-partai Islam. Politik=kotor, Agama=bersih. Jadi jangan dicampur dan jangan mengatur urusan orang dengan Allah, belum tentu yang ngatur itu bersih. Jangan juga menghakimi orang yang nggak setuju dengan kamu bahwa dia bukan Islam atau sesat.
Soal Jakarta yang jadi menurut anda jadi tolok ukur politik Indonesia well, sekarang PKS kehilangan mayoritasnya. Ya, karena banyak orang Jakarta yang mulai gerah. Apalagi melihat di sekelilingnya: Depok, dll mulai menerapkan perda-perda yang intrusif, belum lagi Qanun di Aceh. Secara nasional juga tiga partai teratas juga yang tidak mengusung agama.
Soal sektarianisme menjadi teroris, yah liat sajalah siapa yang baru-baru ini dibunuh Densus 88, yang sekeluarga teroris itu afiliasinya sama partai apa? Saya kira anda semua tahu jawabannya. Saya nggak suka TK jadi ketua MPR, tapi omongannya dia soal ini ada benarnya.
Alhamdulillah sudah ada yang meluruskan !!!
Pak taufiq kiemas kalau anda seorang nasionalis sejati tidak sepatutnya anda menjelekkan orang/ partai yang ada di indonesia, bahkan anda tidak mempunyai bukti apapun
sepakat, sebagai orang indonesia kita sebaiknya jangan menjelekkan indonesia di luar negeri
taufik sok tau, juga yg ngomentari sama aja. negara ini dasarnya Pancasila. Kl bukan Pancasila ,ya bukan NKRI . Belajar sejarah yg bener. Kalo dasarnya agama tertentu ,ya bukan RI yg diproklamirkan 17 Agustus 45. Belajarlah dari sejarah negara2 yg berdasarkan agama umurnya ngak panjang.Malu juga kl menyatakan bangsa yang agamis tp korupsinya nomor satu.Pengurus partainya juga rebutan kursi, termasuk PKS , PDIP, PPP, GOLKAR dan PKS juga……
Malu dong sama negara2 yg sekuler tp bahkan tak beragama tp berani membasmi korupsi ( Swedia, Singapura, Korsel, RRC)
orang cerdas biasanya terlihat dari apa yang keluar dari ucapannya, jd kira2 klau ucapannya spt dia itu….????
jangan dengarkan TK…, dia itu gak berpendidikan